Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesalahan Google Tidak Berpengaruh pada Kegiatan Bisnis di Riau

25 Minggu, 02 Feb 2025, 20:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesalahan Google Tidak Berpengaruh pada Kegiatan Bisnis di Riau Kesalahan Google Tidak Berpengaruh pada Kegiatan Bisnis di Riau Doc: Istimewa
Ket. Ekonom Universitas Riau Dr. Dahlan Tampubolon SE, MSi.

PEKANBARU– Ekonom Universitas Riau, Dr Dahlan Tampubolon SE, MSi, mengatakan bisnis di Riau tidak berpengaruh terkait kesalahan pada penelusuran Google terhadap nilai tukar rupiah yang menguat ke level Rp8.170,65 per dollar AS pada Sabtu (1/2) sore. 

"Karena dalam transaksi yang menggunakan valuta asing, tiap bank sudah menetapkan nilai beli dan nilai jual. Kementerian Keuangan dalam hal pengenaan tarif, bea dan pajak juga sudah memiliki patokan nilai rata-rata," kata Dahlan Tampu Bolon di Pekanbaru, Minggu (2/2).

Menurut dia, contoh bisnis yang selalu menggunakan acuan harga dollar dalam penetapan harga adalah pedagang barang elektronik,misalnya laptop atau handphone. Mereka selalu mengambil acuan di salah satu bank nasional yang mereka percaya untuk menentukan harga jual produknya ke rupiah.

Informasi dari Google, mungkin bersumber dari data yang salah atau penyuntingnya yang kurang cakap sehingga terjadi disinformasi sesaat, ini jelas merugikan masyarakat.

"Apresiasi rupiah yang sangat cepat dari Rp16.200 menjadi Rp8.170 sangat merugikan masyarakat Riau, karena komponen ekspor dalam pembentukan PDRB Riau sangat besar," katanya. 

Sementara itu, ekonomi Riau sangat terbuka dan komoditas ekspor banyak diusahakan oleh masyarakat Riau,seperti sawit (dan turunannya), kertas dan pulp, kelapa, dan komoditas lain. 

Dia mengatakan jika rupiah menguat sangat tinggi maka harga di pasar global untuk produk-produk tersebut menjadi tidak kompetitif.Beberapa diuntungkan akibat apresiasi rupiah adalah para importir dan pengutang keluar negara, di mana utang mereka dalam bentuk dollar tetap, tapi dalam bentuk rupiah turun drastis.

"BI dalam setiap hari masih mengintervensi harga dollar, baik karena apresiasi rupiah yang kuat maupun depresiasi rupiah yang dalam," katanya.

Dollar saat ini sekitar Rp16.200, kalau rupiah terapresiasi, per satu dollar menjadi Rp15.400 atau terdepresiasi menjadi per satu dollar menjadi Rp17.100 dalam sehari, tentu BI lebih dulu mengintervensi secara hiden atau tersembunyi untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.

"Lalu ini per satu dollar kok bisa menjadi Rp8.170,65? Bukan sebuah fenomena, karena pada berbagai situs tidak muncul angka tersebut," tutup Dahlan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Napoli D...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.