Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Retret Kepala Daerah Fokus Pembekalan Penyelenggaraan Pemda

📅 Jumat, 31 Jan 2025, 21:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Retret Kepala Daerah Fokus Pembekalan Penyelenggaraan Pemda Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto- Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan usai menghadiri acara DKPP RI, di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (30/1/2025).  

JAKARTA– Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa retret kepala daerah akan berfokus pada pembekalan tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Jadi, nomor satu adalah pemahaman target tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah," ujar Bima di Jakarta, Jumat (31/1).

Bima mengatakan pemahaman tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah tersebut termasuk pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, pembekalan juga akan mencakup materi tentang program-program strategis yang perlu diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah masing-masing.

Hal itu bertujuan agar kepala daerah dapat berkonsolidasi dengan pemerintah pusat guna memastikan keselarasan kebijakan.

"Nah, saatnya nanti kepala daerah itu berkonsolidasi dengan pemerintah pusat, supaya selaras visinya gitu ya. Jadi, itu kira-kira garis besar," ucap dia.

Aspek kepemimpinan turut menjadi bagian dari pembekalan, mengingat kepala daerah berperan sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat lokal.

Bima mengatakan materi kepemimpinan akan diberikan oleh tokoh-tokoh yang diundang khusus untuk berbagi wawasan.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa rencananya penyelenggaraan retret akan berlokasi di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Adapun terkait jumlah peserta masih menunggu format pelaksanaan, apakah dilakukan dalam satu gelombang atau dua gelombang, mengingat jika jumlah peserta bisa mencapai 500 orang.

"Ya, kalau jumlahnya tidak sampai 500, ya bisa saja satu gelombang seperti kemarin, ya. Tapi kalau disatukan, ya mungkin bisa dua gelombang. Karena kalau 500 mungkin agak terlalu banyak," ucapnya.

Terkait durasi retret, Bima mengatakan bahwa hal itu masih dirumuskan dengan mempertimbangkan efektivitas dan waktu yang diperlukan agar kepala daerah tidak terlalu lama meninggalkan tugas di daerah masing-masing.

"Karena kita ingin substansinya dapat, efektif, dan juga teman-teman kepala daerah itu tidak terlalu lama meninggalkan tugasnya di kotanya masing-masing," ujar Bima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

Taman Margasatwa Ragunan Rayakan HUT ke-162

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Ra...

Basarnas Temukan Lagi Satu Korban Meninggal KM Virgo di Masalembo

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Basarnas Temukan Lagi Satu ...

Peluang Terdekat Raih Emas Pertama Gagal

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Peluang Terdekat Raih Emas ...

PERHAPI Desak Pemerintah Berantas Tambang Ilegal

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PERHAPI Desak Pemerintah Be...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.