Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belanja Kementerian/Lembaga Harus Produktif. Jangan Boros!

📅 Kamis, 30 Jan 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Belanja Kementerian/Lembaga Harus Produktif. Jangan Boros! Doc: istimewa
Ket. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko menyoroti belanja kementerian/lembaga yang terkesan boros. Belanja alat tulis kantor (ATK) saja nilanya bisa mencapai 44 Triliun Rupiah, padahal dampak ke pertumbuhan ekonominya rendah

JAKARTA-Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko menyoroti belanja kementerian/lembaga yang terkesan boros. Sebab, banyak pos belanja yang tak efisien dan tidak memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebut saja belanja alat tulis kantor (ATK) yang nilanya mencapai 44 Triliun Rupiah.

Menurut Suhartoko, di tengah sulitnya meningkatkan penerimaan pajak dan non pajak serta kehati hatian dalam menambah utang, solusi APBN dari sisi pengeluaran lebih tepat dilakukan. 

"Strateginya adalah melakukan prioritasi pengeluaran. Yaitu, pengeluaran yang mempunyai dampak multiplier pertumbuhan rendah harus dikurangi dan digeser ke pengeluaran yang lebih produktif,"tegas Suhartoko merespon instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar Kementerian/Lembaga lebih efisien.

"Efisiensi pengeluaran harus dilakukan, jika perlu program dan proyek bisa berbagi antar Kementerian dan Lembaga, sehingga kegiatan tidak tumpang tindih dan biaya lebih rendah,"tambah Suhartoko.

Dia mengatakan, selama ini banyak belanja pemerintah yang hanya memboroskan anggaran, karena dampaknya ke ekonomi masyarakat banyak lemah, sementara biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Dia mendorong agar Kementerian/Lembaga termasuk Pemerintah daerah (Pemda) mengurangi pola belanja seperti ini karena merugikan negara secara jangka panjang.

Lalu, dari sisi aparat, perlunya meningkatkan pengawasan dan penindakan apabila ada penggunaan anggaran yang salah atau terjadi kebocoran akibat perilaku koruptif 

"Kurangi belanja yang tidak produktif lalu lerlu monitoring dan pengawasan untuk menekan kebocoran dan korupsi,"tegasnya.

Terkait belanja yang boros anggaran ini, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad hanya untuk alat tulis kantor (ATK) saja ada anggaran yang dihabiskan sampai Rp 44 triliun sendiri untuk seluruh kementerian dan lembaga ini jumlahnya Rp 44,4 triliun. "Itu hanya belanja saya," kata Dasco di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (7/1).

Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh Kementerian/lembaga untuk melakukan efisiensi belanja. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan surat yang memerintahkan kementerian/lembaga untuk melakukan efisiensi anggaran terhadap 16 pos belanja.

Dalam surat bernomor S-37/MK.02/2025 yang dikutip di Jakarta, Selasa, Menkeu menyatakan surat tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025.

Lewat Inpres itu, Presiden Prabowo Subianto meminta K/L untuk mengefisiensikan anggaran hingga Rp256,1 triliun.

Guna mengakomodasi arahan tersebut, Sri Mulyani menetapkan 16 pos belanja yang perlu dipangkas anggarannya dengan persentase yang bervariasi, mulai dari 10 persen hingga 90 persen.

Rinciannya, pos belanja alat tulis kantor (ATK) diminta untuk diefisiensikan sebesar 90 persen; kegiatan seremonial 56,9 persen; rapat, seminar, dan sejenisnya 45 persen; kajian dan analisis 51,5 persen; diklat dan bimtek 29 persen; serta honor output kegiatan dan jasa profesi 40 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

47 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.