Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Juli 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah AS, Rekor Suhu 132 Tahun Pecah

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Juli 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah AS, Rekor Suhu 132 Tahun Pecah Doc: Antara
Ket. Sebuah papan peringatan tentang bahaya cuaca panas ekstreme terpasang di Pos Pusat Pengunjung Furnace Creek, Taman Nasional Death Valley, California, AS.

WASHINGTON – Juli 2026 menjadi bulan terpanas yang pernah tercatat di Amerika Serikat (AS) bagian kontinental, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) pada Senin (10/8). Kondisi tersebut melanjutkan tren kenaikan suhu yang dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Suhu rata-rata sepanjang Juli di 48 negara bagian AS, tidak termasuk Alaska, Hawaii, dan wilayah AS di luar negeri, mencapai 76,9 derajat Fahrenheit (24,9 derajat Celsius). Angka tersebut menjadikan Juli 2026 sebagai Juli terpanas sekaligus bulan terpanas sepanjang catatan NOAA selama 132 tahun.

Suhu tersebut 3,3 derajat Fahrenheit lebih tinggi dibandingkan rata-rata abad ke-20 dan memecahkan rekor bulan terpanas sebelumnya, yakni Juli 1936 dengan suhu rata-rata 76,8 derajat Fahrenheit.

Suhu di atas rata-rata tercatat di wilayah pedalaman Barat, Barat Daya, Pegunungan Rocky, Dataran Utara, Midwest bagian atas, serta sejumlah wilayah Pantai Teluk dan Tenggara.

Wyoming mencatat Juli sekaligus bulan terpanas sepanjang sejarah pencatatan di negara bagian tersebut. Suhunya 5,1 derajat Fahrenheit di atas rata-rata dan 0,9 derajat Fahrenheit lebih tinggi dibandingkan rekor Juli sebelumnya yang tercatat pada 2007.

Lima bulan terpanas lainnya dalam catatan nasional AS adalah Juli 2012, Juli 2006, dan Juli 2022. Perubahan iklim akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, dinilai menjadi faktor utama yang memperkuat tren kenaikan suhu tersebut.

Sementara itu, musim panas yang dikenal sebagai periode "Dust Bowl" pada 1930-an, khususnya 1936, dipicu oleh kombinasi kekeringan dan suhu ekstrem dengan praktik pembajakan lahan berlebihan di Great Plains. Kondisi tanah yang panas dan terbuka turut memengaruhi suhu di Amerika Utara hingga Eropa dan Asia Timur, berdasarkan sejumlah penelitian mengenai fenomena tersebut.

Perubahan Iklim

Juli 2026 diawali gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian timur yang padat penduduk.

Para ilmuwan dari World Weather Attribution merilis analisis yang menunjukkan kondisi panas dan lembap selama gelombang panas tersebut—yang berlangsung ketika AS merayakan hari jadi ke-250 dan menjadi tuan rumah tahap akhir Piala Dunia—"hampir tidak mungkin" terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Pola iklim El Nino yang terbentuk secara alami, yang mulai terjadi pada Juni dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun, juga diduga memengaruhi kubah panas yang berlangsung selama beberapa pekan di wilayah barat laut AS pada Juli.

Suhu permukaan laut yang mencapai rekor tinggi di Pasifik tengah mengubah lokasi terbentuknya badai tropis dan pelepasan energinya. Kondisi tersebut kemudian mengganggu pola aliran jet stream di wilayah barat AS dan menyebabkan udara panas terperangkap di kawasan tersebut.

Sementara itu, kondisi panas dan berangin meningkatkan risiko kebakaran hutan. Sebagian besar wilayah barat Amerika Serikat telah mengalami kondisi kering yang tidak normal hingga kekeringan selama beberapa tahun terakhir.

Dampak El Nino

Wilayah yang dihuni sekitar 900 juta orang mengalami Juli terpanas sepanjang sejarah pencatatan pada 2026. Wilayah tersebut mencakup Sahel, Amerika Tengah, Prancis, dan Spanyol, berdasarkan analisis AFP terhadap data Copernicus Uni Eropa yang menggabungkan pengamatan satelit dan stasiun cuaca di berbagai penjuru dunia dengan pemodelan iklim.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres baru-baru ini memperingatkan bahwa penguatan El Nino dapat memecahkan rekor suhu global dan "menambah bahan bakar ke planet yang sudah terbakar", sekaligus mendorong dunia memasuki "wilayah yang belum pernah dipetakan".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Melemah Dipic...
Daerah
Wagub Sulawesi Selatan Doro...
Olahraga
Dahsyat, Leo/Daniel Hancurk...

Harga Cabai Rawit Rp113.750/Kg, Telur Ayam Rp29.400/Kg

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp113.750...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.