Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Ingin Jadi Kota Budaya

📅 Sabtu, 25 Jan 2025, 01:15 WIB | Oleh:
Jakarta Ingin Jadi Kota Budaya Doc: ANTARA/Muhammad Ramdan
Ket. Pengunjung mengamati koleksi Museum Wayang di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (24/1). Museum yang memiliki lebih dari 6.800 koleksi wayang tersebut kini lebih inklusif dan modern dengan menghadirkan pengalaman imersif yang mencakup Augmented Reality, Vir

\JAKARTA - Berbagai cara ditempuh untuk mendorong Jakarta menjadi kota budaya. Salah satu jalan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jakarta mendesain ulang Museum Wayang. Kini ada tata pamer dan penambahan teknologi imersif. “Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai pusat budaya dan sejarah,” ungkap Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, Jumat (24/1).

Jadi, pembaruan museum menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah provinsi Jakarta untuk meningkatkan daya tarik museum. Teguh berharap bisa mewujudkan Jakarta sebagai pusat budaya dan pusat sejarah Indonesia.

Menurutnya, Museum Wayang bisa menjadi salah satu destinasi sejarah dan budaya Jakarta. Pembaruan yang dilakukan atas museum yang berada di bawah naungan Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan Jakarta itu pun tak semata untuk memikat wisatawan. Tetapi juga untuk melestarikan benda-benda sejarah.

“Wajah baru ini tidak semata-mata penampilan, tapi juga melindungi elemen-elemen di Museum Wayang,” jelasnya. Terkait wajah baru Museum Wayang, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, meliputi tata pamer dan ruang imersif Museum Wayang. Ini diharapkan mampu menjawab tantangan Jakarta sebagai kota global.

Untuk tata pamer, dengan penataan koleksi wayang, topeng dan boneka di bangunan lama. Penataan menampilkan vitrin (etalase) yang minimalis serta fokus utama pada koleksi berpadu dengan keindahan bangunan cagar budaya. ??????Selain itu, ada juga sentuhan teknologi yang ditambahkan melalui digital wayfinder (petunjuk navigasi), peta persebaran wayang, silsilah wayang, dan lini masa perkembangan wayang.

Kemudian, ada permainan gamelan dan papan informasi digital guna menambah pengalaman pengunjung. Hal lain yang juga menjadi sorotan adalah ruang interaktif imersif. Ruang ini mempertemukan dunia fisik dan realitas digital atau simulasi. “Inovasi teknologi ini menghadirkan cara baru berkomunikasi serta berinteraksi,” tutur Miftahulloh Tamary.

Teknologi imersif ini mencakup Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Mixed Reality (MR). Ruang imersif dilengkapi Area Super Hologram, Ruang Imersif 360, Permainan Interaktif yang dapat dinikmati warga.
Pemprov berupaya mendekatkan museum dengan teknologi yang memberikan tidak hanya wawasan atau pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman menarik pengunjung.

“Tata kelola museum yang melestarikan seni budaya melalui teknologi informasi harus dilakukan. Pendekatan ini diharapkan mampu membawa lebih banyak pengunjung muda. Ini juga menjadi ujung tombak pelestarian budaya bangsa,” ujar Miftahulloh.

Koleksi

Museum Wayang yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta, kini tampil dengan wajah baru dilengkapi ruang imersif dan teknologi informasi baru. Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan Jakarta, Sri Kusumawati, menjelaskan bahwa perubahan tidak hanya terbatas pada penambahan ruang imersif, tetapi juga perbaikan menyeluruh terhadap bangunan yang merupakan cagar budaya.

Sekarang, sudah ada dua bangunan: lama dan baru. Di bangunan lama, dinding dibebaskan dan mengembalikan elemen asli gedung. Sri mengungkapkan, tata pameran baru ini dibuat dengan desain minimalis yang mengutamakan koleksi wayang sebagai daya tarik utama. Selain itu, biar tidak mengganggu keindahan arsitektur asli gedung.

Pengunjung dapat menikmati ruang pamer yang lebih lapang. Ini memberi kesempatan pengunjung untuk lebih leluasa melihat pameran. Terkait koleksi, Sri menegaskan bahwa tidak ada penambahan koleksi baru. Akan tetapi, jumlah yang dipamerkan memang sengaja dibatasi agar ruang pameran lebih nyaman, tidak terlalu padat.

“Jumlah koleksi yang dipamerkan tidak sebanyak tata pamer lama. Sekarang tidak terlalu banyak, tetapi kita akan rotasi tiga bulan sekali,” ungkap Sri. Selain itu, museum kini dilengkapi ruang imersif dan fitur-fitur interaktif untuk menarik perhatian generasi muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.