Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembantu Presiden Harus Jujur dan Lengkap Sampaikan Data Pangan

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dia juga mengingatkan pentingnya transparansi data dan informasi kepada Presiden. “Masalah ini harus dilaporkan secara lengkap dan jernih. Jika tidak, ketika target swasembada tidak tercapai, yang rugi adalah bangsa ini karena telah kehilangan waktu,” pungkasnya.

Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa menegaskan, kalau tidak ada keberanian, kemauan politik, dan terobosan terobosan maka swasembada pangan tidak akan pernah terealisasi.

“Tanpa adanya terobosan tata kelola pangan kita akan tetap dikendalikan para oligarki yang mengeruk keuntungan besar dari impor pangan. Untuk itu, kementerian terkait harus bekerja lebih ekstra mengeksekusi arahan presiden. Harus selaras dan konsisten dengan kebijakan dan arahan Presiden,”tegas Awan.

Dia juga menyoroti masalah masih tingginya impor gandum yang sebenarnya masih bisa didiversfikasi ke sorgum untuk pemenuhan bahan baku dalam negeri. Menurutnya, pemerintah harus serius mengembangkan pangan lokal.

Secara terpisah, pengamat Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali I Nengah Muliarta menegaskan kebijakan untuk tidak mengimpor jagung tetapi tetap mengimpor gandum untuk pakan ternak menunjukkan adanya ketidakselarasan dalam strategi pangan.

“Ini bisa dilihat sebagai pengalihan masalah, di mana solusi jangka pendek diambil tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Kebijakan yang lebih terintegrasi diperlukan untuk menangani semua aspek produksi pangan,”tegas Muliarta.

Guna mencapai swasembada pangan memerlukan pendekatan berkelanjutan yang melibatkan petani, teknologi, riset, dan dukungan kebijakan. Investasi di sektor pertanian, pelatihan untuk petani, dan inovasi teknologi harus menjadi fokus utama. Pencapaian swasembada pangan tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Pertanian saja.

“Dibutuhkan kolaborasi antara berbagai kementerian, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertanian berkelanjutan,” katanya.

Swasembada pangan juga tidak harus terbatas pada produksi darat saja. Dengan memanfaatkan potensi laut yang melimpah, Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.