Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melonjak, Jumlah Warga Kudus yang Mengungsi Terdampak Banjir

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 18:36 WIB | Oleh:
Melonjak, Jumlah Warga Kudus yang Mengungsi Terdampak Banjir Doc: ANTARA/HO-BPBD Kudus
Ket. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus Munaji meninjau tempat pengungsian di masjid yang ada di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (24/1).

KUDUS - Jumlah warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang mengungsi akibat banjir terjadi sejak beberapa hari lalu menyusul curah hujan tinggi semakin bertambah karena sebelumnya hanya sembilan orang kini menjadi 71 orang.

"Puluhan orang yang mengungsi tersebut berasal dari Desa Setrokalangan (Kecamatan Kaliwungu) sebanyak 58 jiwa dan selebihnya dari Desa Pasuruhan Lor (Kecamatan Jati)," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Mundir di Kudus, Jumat.

Jumlah pengungsi tersebut, kata dia, akan terus dimutakhirkan karena banyak pula yang memilih mengungsi di tempat tinggal kerabatnya.

Penjabat Bupati Kudus Herda Helmijaya juga menyempatkan diri meninjau lokasi banjir di Desa Pasuruhan Lor maupun Setrokalangan bersama Kalakhar BPBD Kudus Mundir dan Camat Jati Fiza Akbar, Jumat (24/1).

Karena sudah ada pengungsi, kata Pj Bupati Kudus, BPBD juga sudah menyiapkan kebutuhan logistik untuk warga terdampak banjir.

Selain menginstruksikan BPBD, dia juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan dasar terlayani dan terpenuhi, terutama untuk ibu hamil, balita, dan lansia.

"Kami minta para pengungsi dipastikan kondisinya apakah mereka baik-baik saja, sehingga ketika ada yang membutuhkan pemda tetap akan membantu," ujarnya.

Sementara itu, Camat Jati Fiza Akbar mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi dari Desa Pasuruhan Lor  bertambah menjadi 32 orang dari sebelumnya pada pagi hari baru 23 orang.

Untuk dapur umum, kata dia, sudah disiapkan, yakni di kompleks TPQ Khuriyatul Fikri Pasuruhan Lor yang menjadi tempat pengungsian. Namun, pengoperasiannya menunggu jumlah pengungsinya jika sedikit akan dibelikan nasi bungkus dari warung makan terdekat oleh pemerintah desanya.

BPBD Kudus sendiri mencatat jumlah warga terdampak mencapai 3.556 jiwa atau 1.091 keluarga, sedangkan rumah tergenang mencapai 185 rumah yang tersebar di beberapa desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.