Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menakutkan, Sekjen PBB Ingatkan Geng-geng Bisa Serbu Ibu Kota Haiti Jika Bantuan Tak Mencukupi

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 17:50 WIB | Oleh:
Menakutkan, Sekjen PBB Ingatkan Geng-geng Bisa Serbu Ibu Kota Haiti Jika Bantuan Tak Mencukupi Doc: Istimewa
Ket. Seorang pria yang membawa barang-barangnya melihat reruntuhan kendaraan yang dibakar oleh geng-geng bersenjata saat ia melarikan diri dari pinggiran kota Poste Marchand, di Port-au-Prince, Haiti, 9 Desember 2024.

NEW YORK - Sekertaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa  Antonio Guterres memperingatkan dalam sebuah laporan hari Rabu (22/1), Ibu kota Haiti dapat dikuasai oleh geng-geng kriminal jika masyarakat internasional tidak meningkatkan bantuan kepada misi keamanan PBB yang didukung di sana.

Dikutip dari Voice of America, Guterres mengatakan, dibutuhkan lebih banyak uang, peralatan, dan personel bagi pasukan internasional yang dipimpin Kenya. Ia menambahkan bahwa penundaan lebih lanjut berisiko mengakibatkan keruntuhan "bencana" lembaga keamanan Haiti dan "dapat memungkinkan geng-geng menyerbu seluruh wilayah metropolitan" Port-au-Prince.

Sekretaris Jenderal PBB menyesalkan bahwa misi tersebut masih belum dikerahkan dengan kekuatan penuh. "Sehingga membatasi kapasitasnya untuk mendukung polisi nasional Haiti," ujar Guterres. 

Menteri Luar Negeri Haiti, Jean-Victor Harvel Jean-Baptiste, saat berpidato di sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB, mengatakan negara tersebut menghadapi kesulitan besar yang mengancam bukan hanya penduduknya tetapi juga kelangsungan hidup negara tersebut.

Dewan Keamanan memberikan lampu hijau pada Oktober 2023 kepada misi Dukungan Keamanan Multinasional ,atau Multinational Security Support (MSS) yang dirancang untuk mendukung otoritas Haiti dalam memerangi kekerasan geng.

Namun sejak saat itu, hanya sekitar 800 dari 2.500 petugas polisi yang diharapkan telah dikerahkan. "Lebih dari 5.601 orang tewas di Haiti tahun lalu akibat kekerasan geng, sekitar seribu lebih banyak dibandingkan tahun 2023" kata PBB.

Dalam laporan tersebut, Guterres mengatakan kemunduran dalam proses politik Haiti telah "berkontribusi pada iklim yang memungkinkan terjadinya kekejaman ini."

Haiti saat ini tidak memiliki presiden atau parlemen dan diperintah oleh badan transisi, yang berjuang untuk menangani kekerasan ekstrem yang terkait dengan geng kriminal, kemiskinan, dan tantangan lainnya.

PBB mencatat 315 kasus hukuman gantung massal terhadap orang-orang yang diduga berafiliasi dengan geng serta 281 kasus dugaan eksekusi cepat oleh polisi.

Lebih dari satu juta warga Haiti terpaksa meninggalkan rumah mereka, tiga kali lipat jumlahnya dibanding tahun lalu.

Negara Karibia ini telah menderita ketidakstabilan selama beberapa dekade, tetapi situasinya meningkat Februari lalu ketika kelompok bersenjata melancarkan serangan terkoordinasi di ibu kota untuk menggulingkan Perdana Menteri saat itu Ariel Henry.

Tidak populer dan tidak dipilih, Henry mengundurkan diri pada bulan April, pengunduran dirinya akhirnya memberi jalan kepada pemerintahan transisi, yang pada bulan November telah memecat perdana menteri sementaranya dan menggantinya dengan Perdana Menteri saat ini, Alix Didier Fils-Aime.

Perwakilan Khusus PBB di Haiti, Maria Isabel Salvador, mengkritik "semakin terpecahnya" dewan sementara.

"Meskipun ada kemajuan di bidang politik dan alasan untuk berharap dengan takut-takut, kerangka transisi masih rapuh," ujarnya kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.