Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Beban Pencemaran Lingkungan, Minyak Jelantah Bisa Disulap Jadi Energi Alternatif

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Kurangi Beban Pencemaran Lingkungan, Minyak Jelantah Bisa Disulap Jadi Energi Alternatif Doc: ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Ket. Program Pengumpulan Jelantah - Warga memindahkan minyak jelantah ke UCollect Box di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu (15/1).

JAKARTA – Pakar ekonomi lingkungan IPB University Aceng Hidayat menilai program pengembangan bahan bakar ramah lingkungan dari Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah, sebagai terobosan luar biasa Pertamina. Program tersebut, menurut dia, sangat mendukung kinerja menjelang 100 hari Pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang energi.

"Saya apresiasi program yang luar biasa ini. Pertamina selalu menginisiasi pengembangan energi alternatif. Ini sangat mendukung program Pemerintah, termasuk menjelang 100 hari kerja," katanya melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (21/1).

Menurut dia, pemanfaatan minyak jelantah untuk diolah Pertamina menjadi bahan bakar ramah lingkungan, yakni Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur, bisa menjadi solusi dari kondisi yang saat ini dihadapi Indonesia. Pertama, untuk mengurangi beban pencemaran lingkungan, katanya pula, kedua, mendukung swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Terkait pengurangan pencemaran lingkungan, dia menyebut bahwa jelantah merupakan limbah yang selama ini tidak teratasi sebab seringkali bahan pencemar tersebut dibuang di saluran air. "Jadi penggunaan jelantah sebagai bahan bakar merupakan solusi lingkungan," kata dia.

Program pemanfaatan minyak jelantah tersebut, ujarnya lagi, juga sangat mendukung swasembada energi, sebab upaya untuk swasembada energi, misal dengan menggunakan energi terbarukan tentu harus dicari sumbernya.

Menurut Aceng, jelantah memiliki potensi sumber sangat besar tidak hanya rumah tangga dan UKM, bahkan beberapa industri pun juga menghasilkan bahan ini. "Kalau bisa dihimpun semua tentu menjadi energi alternatif yang juga memberi dampak luar biasa,” kata dia.

Karena itu, dia sependapat dengan studi dari International Council on Clean Transportation (ICCT) bahwa penggunaan residu pertanian, termasuk minyak jelantah di Indonesia bisa menghasilkan 33,2 juta kiloliter bioavtur atau tiga kali lebih besar dari kebutuhan bahan bakar pesawat terbang domestik. Terkait dampak terhadap penurunan impor BBM, dia menegaskan penggunaan minyak jelantah dapat menekan angka impor BBM.

Jalin Kerja Sama

Sebelumnya, Pertamina bekerja sama dengan Noovoleum yang tersertifikasi internasional sebagai pengumpul minyak jelantah. Melalui kerja sama tersebut, Pertamina menjalankan program Green Movement UCO, yang merupakan pilot project dalam pengumpulan jelantah dari masyarakat. Masyarakat bisa menyerahkan jelantah di UCollect Box dengan memperoleh rewards berupa saldo e-wallet UCollect.

Besaran saldo e-wallet akan fluktuatif menyesuaikan harga minyak jelantah di pasaran. Saat ini per liter dihargai di kisaran 6.000 rupiah/liter dengan update harian melalui apps Mypertamina.

Seblumnya, Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi ekspor limbah pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME), residu minyak sawit asam tinggi atau High Acid Palm Oil Residue (HAPOR), dan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).

Plt Ketua DMSI Sahat Sinaga mengatakan ke depan, bahan-bahan tersebut makin dibutuhkan untuk bahan bakar berkelanjutan seperti sustainable aviation fuel (SAF).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.