Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duh Sayang, Kebijakan Penurunan Harga Tiket Tidak Mendongkrak Jumlah Wisatawan

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 12:15 WIB | Oleh:
Duh Sayang, Kebijakan Penurunan Harga Tiket Tidak Mendongkrak Jumlah Wisatawan Doc: Koran Jakarta / Zaki Alatas

JAKARTA - Selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) bekerjasama dengan Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA) telah melaksanakan jejak pendapat terkait kebijakan untuk menurunkan harga tiket. Dan ternyata kebijakan tersebut tidak dapat mendongkrak jumlah wisatawan.

Menurut Ketua APJAPI Alvin Lie, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan harga tiket transportasi udara (penerbangan) domestik pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 selama 16 hari yaitu mulai Kamis (19/12) sampai dengan Jum’at (3/1). Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pariwisata dalam negeri di kuartal terakhir tahun 2024.

"Jajak pendapat dilaksanakan untuk mengukur taraf kemanfaatan dan persepsi pengguna jasa penerbangan tentang pelaksanaan kebijakan tersebut. Dan sangat disayangkan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, dimana kebijakan tersebut tidak dapat mendongkrak jumlah wisatawan. Untuk itu kami berharap Pemerintah diminta membahas kebijakan terkait penerbangan nasional secara komprehensif," kata Alvin di Jakarta, Rabu (22/1).

Ia menambahkan jajak pendapat menggunakan metode simple random sampling di mana sampling diambil dari populasi penumpang pesawat untuk penerbangan domestik yang telah mempunyai boarding pass. Periode waktu pelaksanaan jajak pendapat disesuaikan mengikuti kebijakan Pemerintah. Dan jajak pendapat dilakukan secara pasif di mana APJAPI dan INACA hanya mempublikasikannya. Responden diberi keleluasaan inisiatif sendiri mengisi form jajak pendapat tersebut.

Menurut Alvin, merujuk pada hasil jajak pendapat ini, APJAPI dan INACA merekomendasikan beberapa hal ke pemerintah sebagai berikut : Pemerintah sebaiknya mengecek ke masyarakat atas efektifitas dan manfaat dari setiap kebijakan yang dikeluarkan, baik evaluasi secara mandiri atau berpartner dengan stakeholder lain. Kedepannya, perumusan kebijakan penurunan harga tiket sebaiknya dibahas secara terbuka dan komprehensif dengan melibatkan Airline dan Operator Bandara sehingga sinkron dengan aspek bisnis dan safety agar tidak mengancam sustainability bisnis aviasi.

"Target meningkatkan jumlah wisatawan tidak hanya fokus pada penurunan harga tiket pesawat, diharapkan lebih komprehensif seperti infrastruktur, hotel, moda transportasi lain, dan promosi wisata. Untuk menjaga sustainability bisnis aviasi, perlu dievaluasi Tarif Batas Atas (TBA) yang telah lebih dari 5 tahun tidak pernah naik," katanya.

Kepentingan Bersama

Sementara itu Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mendukung pelaksanaan jajak pendapat ini. Menurutnya, tujuan dari kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut untuk kebaikan bersama. Namun demikian, sebuah kebijakan publik yang baik selalu ada pengawasan dan kemudian evaluasi yang dapat memberikan arah untuk kebijakan selanjutnya agar semakin baik.

"Jajak pendapat yang dilaksanakan oleh APJAPI dan INACA kepada penumpang ini sesungguhnya juga bentuk pengawasan tersebut, yaitu untuk mengetahui sejauh mana dampak yang dirasakan penumpang dan stakeholder lainnya. Hasilnya nanti diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu masukan untuk evaluasi bagi kebijakan selanjutnya yang semakin baik," kata Denon.

Selain itu, kata Denon, hal ini juga sebagai salah satu bentuk kerjasama pentahelix stakeholder untuk meningkatkan industri penerbangan nasional. Kerjasama pentahelix adalah kerjasama antara Pemerintah yang mempunyai kebijakan, penumpang atau masyarakat yang diwakili APJAPI, operator penerbangan (maskapai) yang diwakili INACA, kalangan akademisi yang telah mendukung pelaksanaan dan analisa survei, dan media massa yang akan mempublikasikannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.