Dipengaruhi Sentimen Trump
📅 Rabu, 22 Jan 2025, 08:15 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam perdagangan tengah pekan ini. Pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama arah kebijakan pemerintahan baru Amerika Serikat (AS).
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat investor akan cenderung mencermati kinerja dan kebijakan Presiden AS, Donald Trump ke depannya yang diperkirakan memengaruhi secara global, apabila tarif impor diberlakukan. Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (22/1), bergerak melemah dengan level support di 7.100 dan resistance di 7.196.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/1) sore, ditutup menguat 11,08 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.181,82, mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global. “Bursa Asia didominasi penguatan karena para investor sedikit mengurangi kekhawatiran atas kemungkinan penundaan penerapan tarif bagi Tiongkok,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanya mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen pada Meksiko dan Kanada paling cepat pada 1 Februari 2025. Meskipun begitu, spekulasi adanya tarif impor untuk produk dari Tiongkok, masih tetap ada.
Pelaku pasar AS tutup karena hari libur pada Senin (20/1), sehingga reaksi pertama terhadap kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih terasa selama perdagangan Asia, Selasa (21/1). Dari komoditas, harga minyak melemah setelah Donald Trump mengumumkan rencana untuk memaksimalkan produksi minyak dan gas AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!