Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terkapar Usai Reli, Investor Ramai-ramai Kunci Cuan

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terkapar Usai Reli, Investor Ramai-ramai Kunci Cuan Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah reli sepekan terakhir mencerminkan fase konsolidasi yang wajar di pasar.

Aksi ambil untung oleh investor menjadi pemicu utama, terutama setelah harga saham mencapai level yang dinilai cukup tinggi dalam jangka pendek.

Secara psikologis, pelaku pasar cenderung mengamankan keuntungan untuk menghindari risiko pembalikan arah.

Di sisi lain, minimnya sentimen positif baru serta kehati-hatian terhadap faktor global turut menahan laju indeks.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG saat ini lebih dipengaruhi dinamika teknikal ketimbang perubahan fundamental.

Selama tekanan jual tidak disertai arus keluar dana besar, pelemahan ini masih dapat dilihat sebagai jeda sementara sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/4) sore, ditutup melemah 52,36 poin atau 0,68 persen ke posisi 7.623,59 seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar setelah indeks mengalami rally (kenaikan berturut-turut) sekitar sepekan terakhir.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,37 poin atau 0,57 persen ke posisi 759,95.

“Pelemahan IHSG antara lain akibat profit taking setelah mengalami rally sekitar sepekan terakhir,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, Ratna mengatakan blokade oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Selat Hormuz meningkatkan tekanan terhadap Tiongkok dan India.

Dengan sekitar 98 persen ekspor minyak Iran menuju Tiongkok, serta menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, maka meningkatkan risiko hubungan damai yang rentan antara AS dan Tiongkok.

Di sisi lain, hubungan antara AS dan India juga semakin kompleks, karena kebijakan Amerika tersebut bertentangan dengan kepentingan ekonomi India yang tengah dilanda krisis energi.

Sebelumnya, Trump dijadwalkan berkunjung ke Tiongkok pada pertengahan Mei 2026, sehingga AS menginginkan hubungan bilateral yang cukup stabil agar pertemuan tersebut berjalan sesuai rencana.

Namun demikian, dengan adanya blokade Selat Hormuz dan ancaman tarif oleh AS, maka meningkatkan risiko akan kegagalan pertemuan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.