Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina Gelar Latihan Militer di Dekat Beting yang Disengketakan dengan Tiongkok

📅 Sabtu, 18 Jan 2025, 09:00 WIB | Oleh:
Filipina Gelar Latihan Militer di Dekat Beting yang Disengketakan dengan Tiongkok Doc: CNA/AFP
Ket. Kapal angkatan laut Filipina BRP Antonio Luna (FF-151) meluncurkan umpan sekam matador selama demonstrasi kemampuan angkatan laut pada 19 Mei 2023.

MANILA - Angkatan Laut Filipina mengatakan pada hari Jumat (17/1) kapal-kapalnya mengadakan latihan di dekat beting yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan, sehari setelah Manila da Beijing sepakat untuk mencari titik temu dan menemukan cara untuk bekerja sama meskipun masih ada perselisihan.

Latihan di sekitar Beting Scarborough, salah satu wilayah yang paling diperebutkan di Asia, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut dalam mengamankan apa yang disebutnya sebagai perairan Filipina dan integritas teritorial negara tersebut, kata angkatan laut dalam sebuah pernyataan.

Ia menggambarkannya sebagai "latihan sepihak rutin" yang melibatkan fregat Antonio Luna dan dua kapal patroli lain yang beroperasi di zona ekonomi eksklusif Filipina. Latihan akan berlangsung dari 17 Januari hingga 19 Januari, katanya.

Latihan tersebut bertepatan dengan tantangan radio berkelanjutan oleh Penjaga Pantai Filipina terhadap keberadaan kapal penjaga pantai terbesar Tiongkok di beting itu, yang menurutnya berpatroli secara ilegal di ZEE Manila.

"Jika Tiongkok sungguh-sungguh berkomitmen untuk meredakan ketegangan dan dengan tulus berusaha memupuk rasa saling percaya dan kerja sama antara negara kita... pemerintah Tiongkok harus menghormati hak kedaulatan Filipina di ZEE kami," kata penjaga pantai dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/1)) malam.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Jumat.

Klaim teritorial Tiongkok yang luas di jalur perdagangan laut utama tumpang tindih dengan ZEE Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Putusan pengadilan arbitrase internasional tahun 2016 menyatakan klaim Beijing, yang didasarkan pada peta historisnya, tidak memiliki dasar hukum internasional, sebuah keputusan yang tidak diakui Tiongkok.

Selama putaran perundingan ke-10 pada hari Kamis di bawah mekanisme bilateral yang dibentuk untuk mengatasi masalah di Laut Tiongkok Selatan, Tiongkok dan Filipina sepakat untuk meningkatkan komunikasi dan memperdalam dialog tetapi juga saling menegur atas kebuntuan baru-baru ini.

Mereka juga berjanji untuk memajukan kerja sama ilmiah penjaga pantai dan kelautan sambil berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara damai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.