Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siap-Siap Kota Tua Jakarta akan Jadi Ruang Wisata Ekonomi Kreatif

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 15:20 WIB | Oleh:
Siap-Siap Kota Tua Jakarta akan Jadi Ruang Wisata Ekonomi Kreatif Doc: Dok. Istimewa


JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA), Veronica Tan, dan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Khusus Jakarta, Atika Nur Rahmania saling mendukung penataan dan pengembangan kawasan Kota Tua Jakarta.

Irene dalam pertemuan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (16/1), mengatakan pertemuan ini sebagai bentuk dukungan agar kawasan Kota Tua Jakarta terus menjadi daya tarik untuk pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Pemanfaatan ruang publik untuk pengembangan ekonomi kreatif bisa membuat kawasan bersejarah tersebut mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. Kota Tua selalu jadi tujuan wisata karena punya nilai keunikan sehingga kawasan ini juga bisa gali potensi-potensi kawasan sekitarnya” kata Irene dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/1).

Ia juga menambahkan Kawasan Kota Tua penting dan bisa membuat immersive experience dalam wujud aktivasi ruang publik yang juga bisa ditempatkan photo booth dengan IP lokal.

“Menuju 500 Tahun Jakarta bisa dibuat storyline yang mencerminkan kisah sejarah, budaya, dan peradaban masyarakat Jakarta sehingga area-area yang masih kosong atau masih jadi gudang bisa dimanfaatkan untuk menjual produk ekraf. Biar lebih dapat pengalaman impresif diperlukan juga sentuhan spot foto dan board game untuk beberapa zona di Kota Tua nantinya,” kata Irene.

Sementara itu, Kepala Bappeda Khusus Jakarta, Atika Nur Rahmania, menjelaskan keberadaan kawasan Kota Tua Jakarta perlu dilestarikan secara berkesinambungan. Bisa dikembangkan konsep social economy, pedestrian yang nyaman, and preserving heritage di Kota Tua. 

Didukung cultural experience yang mampu menciptakan peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar Kota Tua.

“Kota Tua itu bisa menjadi hub untuk anak muda supaya menjadi central historical and cultural experience. Ini menuju 500 Tahun Jakarta akan mampu menyerap tenaga kerja dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tentu kondisi ini bakal jadi creative value juga,” ujar Veronica.

Kawasan Kota Tua Jakarta bisa terbagi dalam beberapa zona yang menjadi pusat pengembangan bisnis, wisata, dan atraksi menarik seperti panggung untuk berkarya. Banyak potensi kreatif dan inovatif yang bisa dikembangkan sehingga terbangun sebuah sistem untuk saling memberi manfaat bagi para pelaku ekraf. Diharap penataan dan pengembangan kawasan Kota Tua Jakarta juga bisa selaras dengan penghijauan sehingga tetap ramah terhadap lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.