Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TikTok Terancam Ditutup, ByteDance Hadapi Batas Waktu Divestasi 19 Januari

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 11:25 WIB | Oleh:
TikTok Terancam Ditutup, ByteDance Hadapi Batas Waktu Divestasi 19 Januari Doc: USA Today
Ket. Kasus TikTok adalah sengketa antara perusahaan swasta yang berpusat di Tiongkok dengan pemerintah AS.

JAKARTA - TikTok telah mengumumkan akan menghentikan operasinya di Amerika Serikat pada akhir bulan ini jika Mahkamah Agung tidak memperpanjang batas waktu divestasi yang ditetapkan pada 19 Januari. 

Tenggat waktu ini diatur dalam undang-undang yang mewajibkan perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk melepaskan kepemilikannya atas TikTok versi AS atau menghadapi larangan total operasinya di negara tersebut.

Dalam persidangan di Mahkamah Agung pada hari Jumat (10/1), Noel Francisco, pengacara TikTok, menjelaskan jika ByteDance gagal memenuhi persyaratan tersebut, mitra TikTok di AS termasuk pengelola toko aplikasi dan penyedia layanan lainnya akan menghentikan kerja sama mereka. Hal ini pada akhirnya akan memaksa TikTok untuk sepenuhnya menghentikan operasinya.

"Operasinya pada dasarnya akan berhenti. Itulah konsekuensi dari undang-undang ini, dan saya rasa memberikan sedikit kelonggaran waktu adalah hal yang sangat masuk akal," ujar Francisco.

Selain itu, larangan ini tidak hanya akan menghentikan kemampuan pengguna untuk mengunduh TikTok di masa mendatang, tetapi juga kemungkinan besar akan memblokir akses bagi pengguna yang sudah ada untuk menonton atau mengunggah video.

TikTok tidak dapat melanjutkan operasinya seperti kasus gim "Fortnite" yang tetap dapat dimainkan meskipun telah dihapus dari Appstore oleh Apple akibat perselisihan hukum.

Dalam konteks ini, GS Hans, seorang profesor hukum dari Cornell Law School, menyebut bahwa situasi ini bukanlah perselisihan biasa antara dua pihak swasta.

"Ini adalah sengketa antara perusahaan swasta dan pemerintah, dan pemerintah memiliki kewenangan hukum untuk melarang operasi perusahaan di negaranya," katanya.

TikTok sebelumnya telah mengajukan gugatan hukum pada bulan Mei untuk menentang undang-undang divestasi atau pelarangan tersebut. Undang-undang itu mewajibkan ByteDance untuk melepas operasinya di AS dalam waktu sembilan bulan atau menghadapi penghentian total operasinya di negara itu.

Sebelumnya, pada bulan Desember TikTok kalah dalam kasusnya di Pengadilan Distrik Columbia. Kini, perusahaan meminta Mahkamah Agung untuk mengeluarkan putusan darurat guna menunda batas waktu divestasi.

Dalam argumen hukumnya, TikTok menolak gagasan bahwa operasinya di AS dapat dipisahkan dari operasinya di negara lain. Francisco menjelaskan bahwa proses tersebut sangat kompleks dan hampir mustahil dilakukan dalam waktu yang ditentukan, atau bahkan dalam waktu yang lebih lama.

Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa TikTok meminta perpanjangan waktu untuk mematuhi undang-undang tersebut dan menghindari konsekuensi serius yang dapat memengaruhi jutaan pengguna TikTok di Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Pernyataan Trump Bikin Gege...
Olahraga
RB Leipzig Menggila! Eintra...
Nasional
Kemnaker Bidik 70 Persen Lu...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.