Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lindungi Harga Beras Petani, Agar Tidak Terdampak Fluktuasi Harga Global

📅 Senin, 13 Jan 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lindungi Harga Beras Petani, Agar Tidak Terdampak Fluktuasi Harga Global Doc: istimewa
Ket. Pengamat Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali Dr. I Nengah Muliarta mengatakan, jika tidak ditangani dengan baik, penurunan harga beras global menyebabkan ketidakstabilan yang merugikan petani

JAKARTA-Pemerintah harus melindungi harga beras petani domestik agar tidak terdampak fluktuasi harga beras global. Saat ini harga beras global menurun seiring dengan langkah RI menghentikan impor beras tahun 2025.

Pengamat Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali Dr. I Nengah Muliarta melihat fenomena harga beras global dan kebijakan Indonesia untuk menghentikan impor beras sebagai dua sisi dari mata uang yang sama.

Kebijakan ini, meskipun tampaknya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, memiliki implikasi yang kompleks, terutama bagi petani lokal.

Ketika pemerintah mengumumkan penghentian impor beras, reaksi pasar global menunjukkan penurunan harga beras dari US$ 640 per metrik ton menjadi US$ 400 per metrik ton. Penurunan harga ini dapat dilihat dari beberapa sudut pandang.

Penurunan harga beras global dapat memberikan keuntungan bagi negara-negara pengimpor lainnya, yang mungkin akan mendapatkan pasokan beras dengan harga lebih rendah. Hal ini dapat mempengaruhi daya saing produk beras Indonesia di pasar internasional.

Penurunan harga beras global mungkin akan berdampak pada harga beras lokal. "Jika harga beras di pasar internasional turun, ada kemungkinan harga beras di tingkat petani juga ikut tertekan. Petani yang sudah berjuang dengan biaya produksi yang tinggi mungkin akan semakin terpuruk, sehingga berdampak pada pendapatan mereka,"ucapnya dari Denpasar, Senin (13/1

Kebijakan ini papar dia dapat memberikan sinyal positif mengenai komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, penurunan harga beras dapat menyebabkan ketidakstabilan yang merugikan petani.

Kebijakan untuk menghentikan impor beras memang merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, pemerintah perlu memahami bahwa dampaknya tidak hanya terbatas pada pasar internasional, tetapi juga pada kesejahteraan petani lokal. "Dengan kebijakan yang tepat, kita dapat menghindari dampak negatif dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi sektor pertanian Indonesia,"ungkap Muliarta

Mengatasi dampak negatif dari kebijakan ini sambung dia, beberapa langkah strategis harus diambil. Salah satunya pemerintah perlu mempertimbangkan program dukungan harga untuk petani, sehingga mereka tidak terpuruk oleh fluktuasi harga global. Subsidi atau mekanisme penetapan harga minimum dapat membantu stabilitas pendapatan petani.

Langkah berikutnya yaitu investasi dalam infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan akses pasar, dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. "Dengan demikian, petani dapat bersaing meskipun harga beras global turun,"ujar Muliarta lagi

Lainnya, mendorong diversifikasi produk pertanian dapat membantu petani mengurangi ketergantungan pada beras. Ini termasuk promosi tanaman alternatif yang memiliki nilai pasar yang tinggi.

Meskipun ada niat untuk menghentikan impor, kebijakan yang fleksibel dan terencana dalam menghadapi keadaan darurat atau kekurangan produksi harus tetap ada, agar ketahanan pangan tetap terjaga.

 Mekanisme dukungan harga yang efektif sangat penting untuk melindungi petani dari fluktuasi harga pasar dan untuk memastikan keberlanjutan produksi pertanian. Mekanisme dukungan harga yang efektif haruslah terintegrasi dan berkelanjutan.

"Kombinasi dari beberapa strategi di atas dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi petani dan memastikan keberlangsungan sektor pertanian di Indonesia. Kebijakan ini juga harus terus dievaluasi dan disesuaikan berdasarkan dinamika pasar dan kebutuhan petani,"ucapnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.