Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketegangan Politik di Korsel Meningkat, Yoon Suk Yeol Tidak Akan Hadiri Sidang Pemakzulan Pertama karena Masalah Keamanan

📅 Senin, 13 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Ketegangan Politik di Korsel Meningkat, Yoon Suk Yeol Tidak Akan Hadiri Sidang Pemakzulan Pertama karena Masalah Keamanan Doc: istimewa
Ket. Yoon Suk Yeol Tidak Akan Hadiri Sidang Pemakzulan Pertama

SEOUL - Pengacara pesiden Korea Selatan yang dimakzulkan, pada hari Minggu (12/1), mengatakan, Yoon Suk Yeol, tidak akan menghadiri sidang pertama pemakzulannya minggu depan karena masalah keamanan. 

Dikutip dari Barron, Yoon telah bersembunyi di kediaman presiden dan dilindungi oleh pasukan pengawal elit sejak diskors dan dimakzulkan bulan lalu, menyusul deklarasi darurat militer jangka pendek yang menjerumuskan negara ke dalam kekacauan politik.

Ia menolak bertemu dengan jaksa dan penyidik, dan satuan pengawal presiden menggagalkan upaya penangkapannya, menyusul kebuntuan yang menegangkan selama berjam-jam awal bulan ini.

Mahkamah Konstitusi telah menjadwalkan lima jadwal persidangan mulai 14 Januari hingga 4 Februari, yang akan tetap dilanjutkan meskipun ia tidak hadir.

"Kekhawatiran tentang keselamatan dan potensi insiden telah muncul. Oleh karena itu, Presiden tidak akan dapat menghadiri persidangan pada tanggal 14 Januari. Presiden bersedia hadir kapan saja setelah masalah keselamatan teratasi," kata pengacara Yoon Kab-keun dalam sebuah pernyataan.

Pengadilan akan memutuskan apakah akan menguatkan pemakzulannya atau mengembalikannya ke jabatannya.

Secara terpisah, para penyelidik yang berupaya menginterogasi Yoon atas tuduhan pemberontakan yang terkait dengan pernyataan darurat militernya yang bernasib buruk, sedang mempersiapkan upaya penangkapan lainnya.

Pengacaranya telah berulang kali mengatakan surat perintah penggeledahan awal selama tujuh hari dan surat perintah baru yang mereka peroleh minggu ini keduanya melanggar hukum.

Para penyelidik merahasiakan lamanya surat perintah baru tersebut, sementara laporan media lokal mengatakan surat perintah itu lebih lama dari tujuh hari sebelumnya.

Para pengunjuk rasa yang mendukung dan menentang Yoon telah berkumpul hampir setiap hari di ibu kota Korea Selatan sejak krisis tersebut terjadi.

Pada hari Minggu, lebih banyak demonstrasi direncanakan oleh kubu-kubu yang berseteru di luar kediaman Yoon dan di jalan-jalan Seoul -- yang menuntut agar pemakzulannya dinyatakan tidak sah atau agar dia segera ditahan.

Siaga Tinggi

Tim hukum presiden mengatakan pengawalnya tetap dalam siaga tinggi. Yoon akan menjadi presiden Korea Selatan pertama yang menjabat yang ditangkap jika penyelidik berhasil menahannya. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi hukuman penjara atau bahkan hukuman mati.

Tim pejabat Corruption Investigation Office (CIO) dan kepolisian tengah menyusun rencana untuk upaya berikutnya, yang menurut mereka bisa jadi merupakan upaya terakhir mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Manchester United Siap Pinj...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.