Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Situs Warisan UNESCO Rusak, Tim Drakor KBS Dilaporkan ke Polisi

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 10:10 WIB | Oleh:
Situs Warisan UNESCO Rusak, Tim Drakor KBS Dilaporkan ke Polisi Doc: Yonhap
Ket. Paviliun Mandaeru, harta nasional Korea Selatan yang terletak di Byeongsan Seowon, di Andong, Gyeongsang Utara, terlihat dalam foto arsip.

ANDONG - Polisi Korea akan menginvestigasi tim produksi drama dari lembaga penyiaran publik KBS karena diduga menancapkan paku untuk menggantung alat peraga di situs Warisan Dunia UNESCO, kata sejumlah pejabat, Jumat (3/1).

Kepolisian Provinsi Gyeongbuk mengatakan sebuah pengaduan diajukan sebelumnya oleh seseorang yang diketahui sebagai warga Andong, Provinsi Gyeongsang Utara, yang menuduh tim drama tersebut menyebabkan kerusakan pada Byeongsan Seowon di kota tersebut.

Pemerintah Kota Andong, sekitar 190 kilometer di tenggara Seoul, mengatakan, pihaknya mempertimbangkan tindakan hukum setelah menemukan lima bekas paku, masing-masing sedalam sekitar 1 sentimeter dan lebar 2-3 sentimeter, yang tertinggal di Paviliun Mandaeru, harta nasional yang terletak di dalam situs tersebut.

Paku-paku itu digunakan untuk menggantung enam lentera selama syuting drama pada tanggal 30 Desember.

Sebagai tanggapan, KBS mengeluarkan permintaan maaf dan berjanji untuk secara aktif mengatasi kerusakan, memperbaiki lokasi dan menerapkan tindakan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Pihak kepolisian mengatakan akan melimpahkan kasus tersebut ke Kantor Polisi Andong setelah meninjau pengaduan tersebut.

Byeongsan Seowon, bagian dari kelompok sembilan akademi Neo-Konfusianisme dari Dinasti Joseon (1392-1910), dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2019.

Akademi-akademi ini, yang terletak di lingkungan alami dekat pegunungan dan sumber air, berfungsi sebagai tempat bagi para cendekiawan untuk belajar, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengolah pikiran dan tubuh mereka.

UNESCO telah mengakui "seowon" sebagai Warisan Dunia karena menggambarkan "proses historis di mana Neo-Konfusianisme dari Tiongkok diadaptasi ke dalam kondisi Korea."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.