Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Untuk Hindari Kanker Serviks Perlu Imunisasi Hpv

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Untuk Hindari Kanker Serviks Perlu Imunisasi Hpv Doc: ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Ket. Arsip - Petugas medis menyiapkan vaksin HPV (Human Papillomavirus) pada kegiatan bulan imunisasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2020).

JAKARTA – Setiap anak perempuan Jakarta akan mendapat imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk mengurangi risiko terkena kanker leher rahim (serviks). “Saat ini, kami berusaha menjangkau sebanyak mungkin anak perempuan berusia 15 tahun seluruh Jakarta untuk imunisasi HPV,” kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia.

Dia menuturkan ini dalam kegiatan Sosialisasi Imunisasi Kejar HPV Provinsi Jakarta, Kamis. Dia berharap vaksin HPV juga dapat menjangkau anak perempuan usia 15 tahun di panti sosial, sekolah informal, sampai ke kelompok anak jalanan dengan jumlah sekitar 39.000 anak.

Dwi yang juga akrab disapa Lies menjelaskan imunisasi merupakan salah satu cara paling efektif mengatasi masalah kesehatan. Hal ini termasuk berbagai penyakit sejak seseorang masih bayi hingga berusia lanjut.

“Imunisasi mencakup kanker serviks yang menjadi salah satu kanker utama perempuan, menyebabkan kesakitan dan kematian,” jelasnya. Penyakit kanker serviks lebih dikelompokkan tidak menular. Tetapi pada tahap yang sangat dini, sebelum terjadinya kanker leher rahim, diawali adanya infeksi HPV.

Dia menjelaskan, pada tahun 2016, Jakarta menjadi provinsi pertama yang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan imunisasi HPV anak usia kelas 5 dan 6 SD. Menurut Lies, ini menjadi sebuah loncatan dalam menanggulangi atau mencegah kanker serviks sejak dini. Selain itu, juga menjaga kesehatan mereka sebelum memasuki masa perkawinan.

Saat ini, program imunisasi HPV pun sudah merata seluruh Indonesia.

Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi 2020-2022 menyebabkan kegiatan imunisasi terhambat. Kemudian, sebagian anak perempuan Jakarta tidak mendapatkan kesempatan vaksinasi secara sempurna.

Untuk itu, pemerintah pun menggulirkan kebijakan Imunisasi Kejar HPV untuk mereka (usia 15 tahun) yang tidak mendapatkan kesempatan diimunisasi HPV pada periode 2019-2021.

“Kami gulirkan Imunisasi Kejar HPV untuk melindungi anak rentang usia 15 tahun yang saat mereka SD tidak sempat mendapatkan imunisasi HPV lengkap,” tandasnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan rekomendasi penting kepada negara-negara untuk memasukkan vaksin HPV ke dalam program imunisasi nasional.

Adapun tujuan program vaksinasi ini mencapai cakupan sebanyak 90 persen anak perempuan usia 15 tahun pada tahun 2030.

Sedangkan terkait Human Meta Pneumo Virus (HMPV), Dinas Kesehatan Jakarta minta warga tetap tenang. Saat ini relatif masih aman dan masyarakat diminta agar tetap tenang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Tarif Transjabodetabek akan...

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...

Pole Position Balapan F1 Monako Milik Kimi Antonelli

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...

Ponpes Al Falah Kediri Siap Jadi Tuan Rumah Munas PBNU

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.