Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penggunaan Dana Pribadi untuk MBG Tanda Buruknya Perencanaan

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 10:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penggunaan Dana Pribadi untuk MBG Tanda Buruknya Perencanaan Doc: istimewa
Ket. Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, adanya risiko pada tata kelolaan pemerintahan dengan penggunaan dana pribadi untuk program MBG. Itu juga melemahkan peran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat termasuk makan bergizi

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, dalam prinsip Good Goverment program yang dikelola pemerintah terutama program prioritas nasional sumber pembiayaannya dari APBN/ (anggaran pendapatan dan belanja negara/daerah). Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas dan pengelolaan keuangan negara sebagaimana diatur dalam UU 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara.

Pembiayaan APBN ini memastikan dalam pengawasan lembaga negara dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. "Kalau program MBG masih menggunakan uang pribadi Presiden, ini mencerminkan buruknya perencanaan program dan penganggaran. Karena, sebagimana jamak diketahui masyarakat, perencanaan yang baik itu terukur dan realistis,"tegas Badiul.

Selain itu, penggunaan uang pribadi juga dapat menimbulkan persoalan, misalnya dana pribadi itu tidak tunduk pada mekanisme audit sebagaimana APBN.

"Penggunaan dana pribadi oleh pejabat dapat menimbulkan persepsi bahwa program tersebut bersifat personal dan politis dan dibandingkan program negara untuk kepentingan rakyat,"tegas Badiul

Sebaiknya kata Badiul, pola pola penggunaan dana pribadi jangan jangan dibiasakan karena bisa berdampak buruk pada kebijakan. "Sebaiknya jika memang uangnya tidak cukup, pemerintah jujur kepada rakyat dan tidak perlu dipaksakan. Toh program ini dirancang juga bertahap,"ucapnya

Risiko lain, bagi tata kelola pemerintahan, melemahkan peran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat termasuk makan bergizi.

Penggunaan dana pribadi juga bisa menjadi preseden buruk yang melemahkan sistem keuangan negara dan menciptakan ketidakpastian dalam perencanaan program

Pemerintah perlu memperbaiki mekanisme pengeloalan program MBG dan mengalokasikan anggaran yang cukup. Memperbaiki pengelolaan dan pengawasan program sesuai aturan pengelolaan keuangan negara yang baik.

"Dan yang paling penting, hindari politisasi program publik. MBG harus dikelola sebagai program negara yang melibatkan banyak pihak, bukan hanya program Presiden program negara yang di biayai dari APBN. Kalau Presiden mau menymbang harus melalui mekanisme yang jelas,"pungkas Badiul

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi membenarkan bahwa masih ada beberapa titik pelaksanaan MBG yang menggunakan dana pribadi dari Presiden Prabowo.

Menurut dia, hal itu terjadi karena masih ada daerahdaerah yang memiliki sisa anggaran tahun lalu saat program ini diujicobakan seperti contohnya kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski begitu, Hasan memastikan setelah sisa anggaran tersebut habis nantinya pelaksanaan program MBG di daerah-daerah tersebut akan konsisten menggunakan dana dari PBN yang sudah disiapkan sebesar 71 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.