Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Pangan Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Dilakukan Bertahan dan Akan Terus Dievaluasi

📅 Rabu, 08 Jan 2025, 01:20 WIB | Oleh:
Menko Pangan Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Dilakukan Bertahan dan Akan Terus Dievaluasi Doc: Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Siswa menikmati hidangan makan bergizi gratis di SDN Pulogebang 07, Jakarta, Senin (6/1). Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia Hasan Nasbi menyampaikan selama Januari hingga Maret 2025, diharapkan program makan bergizi gratis bisa menyentuh t

SURABAYA – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara bertahap dan akan terus dievaluasi setiap pelaksanaannya.

“Ini masih berlangsung terus dan akan kita evaluasi. Persiapannya ini kan sudah hampir setahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (7/1).

Pernyataan Zulkifli tersebut menjawab banyaknya tanggapan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG yang dimulai pada Senin (6/1) seperti mengenai menu yang sangat berbeda-beda hingga rasa makanan serta belum meratanya distribusi makanan di beberapa daerah.

Menurutnya, program MBG belum bisa disebut gagal lantaran baru diimplementasikan satu hari sehingga ia meminta agar masyarakat bersabar dan melihat progres program MBG satu sampai dua bulan ke depan.

Pemerintah pun akan terus mengevaluasi program ini dengan evaluasi besar akan dilakukan pada Juni atau Juli mendatang. “Ini baru tanggal 7 Januari, kasih lah kesempatan sebulan dua bulan sampai Juni. Baru satu hari sudah dibilang tidak berhasil. Jangan begitu,” katanya.

Mengenai distribusi yang belum merata, Zulkifli mengatakan pelaksanaan program MBG memang akan bertahap karena anggaran yang ada baru 71 triliun rupiah.

Ia mengatakan saat ini Kepala Badan Gizi sedang mengumpulkan anggaran lagi sebesar 40 triliun rupiah agar implementasi program MBG bisa merata. “Nanti kalau Juni atau Juli bertambah 40 triliun rupiah maka semua orang bisa makan. Tapi kalau tahun depan mau semua bisa makan dari Januari maka butuh 420 triliun rupiah,” ujarnya.

Diawasi Ketat 

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal mengatakan bahwa program MBG harus diawasi secara ketat guna menghindari kasus yang terjadi pada beberapa waktu lalu, di mana ada sekolah yang meminta pungutan atas wadah makan.

Menurut dia, sekolah tersebut meminta uang sebesar 30 ribu rupiah untuk pembelian wadah makan terkait program MBG dan setiap anak wajib membeli dua wadah, sehingga total pungutan mencapai 60 ribu rupiah.

Dia mengatakan informasi tersebut diterima dari rekaman video. “Program yang melibatkan alokasi anggaran besar harus dikelola dengan transparansi. Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengawas independen,” kata Cucun yang menegaskan bahwa program MBG tidak memungut biaya tambahan.

Terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, berharap, program MBG menjadi sarana penguatan karakter siswa karena bisa mendorong anak-anak menjadi insan yang bertakwa.

“Kami ingin menanamkan pendidikan karakter kepada para peserta didik penerima manfaat. Salah satunya adalah menanamkan kebiasaan untuk senantiasa berdoa sebelum makan kepada anak-anak kita,” ujar Mu’ti, usai meninjau program MBG di sekolah, Selasa.

Mu’ti menerangkan, program MBG dapat menanamkan rasa tanggung jawab, yaitu dengan menjaga kebersihan tempat makan yang disediakan. Selain itu, pentingnya tata krama saat makan yang sesuai dengan norma di Indonesia, salah satunya adalah dengan tidak bersuara saat makan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.