Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Melemah 2,66% selama 2024

📅 Selasa, 31 Des 2024, 08:25 WIB | Oleh:
IHSG Melemah 2,66% selama 2024 Doc: ISTIMEWA

JAKARTA – Tahun ini menjadi periode berat bagi perda­gangan pasar saham di Indonesia. Indeks Harga Saham Ga­bungan (IHSG) setahun ini cenderung terkoreksi, seiring kuatnya sentimen kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat (AS).

Selama setahun hingga perdagang­an akhir 2024, Senin (30/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah 193,1 poin atau 2,66 persen dibandingkan tahun se­belumnya (yoy). Hasil tersebut berbalik dibandingkan capaian pada 2023 ketika IHSG selama seta­hun menguat 6,00 persen (yoy).

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/12) sore, ditutup menguat 43,33 poin atau 0,62 persen ke posisi 7.079,90, mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia. Sebagai perbandingan, IHSG BEI dalam perdagangan pada 30 Desember 2023 berakhir di level 7.273.

“Kawasan Asia, pasar saham mencatatkan kinerja yang solid pada 2024, dengan indeks MSCI Asia Pasifik sudah naik sekitar 8 persen di tengah pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral dan juga optimisme seputar Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI),” sebut Tim Riset Phil­lip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sam­pai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat dipimpin oleh sektor teknologi sebesar 2,67 per­sen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang menguat sebesar 1,59 persen dan 1,31 persen.

Sementara itu, dua sektor melemah yaitu sektor keuang­an turun paling dalam minus 0,66 persen, diikuti oleh sek­tor industru yang turun sebesar 0,06 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.001.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperda­gangkan sebanyak 24,71 miliar lembar saham senilai 12,11 triliun rupiah. Sebanyak 363 saham naik 261 saham me­nurun, dan 323 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Visi Daerah, Desa Menjadi A...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.