Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Jatuh Korban, Warga Diminta Tak Beraktivitas 2,5 Kilometer dari Kawah Karangetang

📅 Minggu, 29 Des 2024, 05:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Jatuh Korban, Warga Diminta Tak Beraktivitas 2,5 Kilometer dari Kawah Karangetang Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

"Dalam tingkat aktivitas Level III atau Siaga, warga, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah II (utara), serta 3,5 kilometer di sektor barat daya, selatan, dan tenggara dari kawah utama," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN di Manado, Sabtu.

Dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 16-22 Desember 2024 yang dibagikan dalam grup percakapan "Info Gunung Api Sitaro" juga dianjurkan masyarakat di sekitar Gunung Karangetang menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Dia mengatakan bahwa tingkat aktivitas akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum dikeluarkan.

Pemantauan secara intensif tetap dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Karangetang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi.

"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Karangetang diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang," ujarnya.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang tidak terpancing berita bohong tentang erupsi Gunung Karangetang, dan senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro.

Potensi ancaman bahaya yaitu terakumulasi material hasil erupsi efusif yang berada di lembah-lembah jalur luncuran/guguran lava pijar berpotensi menjadi guguran lava ke bagian hilir.

"Selain itu, juga perlu diwaspadai terjadinya lahar pada saat hujan di puncak gunung," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.