Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Korea Selatan Kini Resmi Jadi Negara yang Masyarakatnya 'Super Tua'

📅 Selasa, 24 Des 2024, 23:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Korea Selatan Kini Resmi Jadi Negara yang Masyarakatnya 'Super Tua' Doc: ANTARA/Xinhua-Wang Jingqiang
Ket. Seorang partisipan program pendidikan mempelajari LIKU, fasilitator pengajaran robotik, di sebuah pusat kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) di Distrik Yangcheon, Seoul, Korea Selatan, Senin (16/11/2020).

Seoul - Korea Selatan secara resmi menjadi masyarakat "super tua" setelah persentase penduduk yang berusia 65 tahun atau lebih sudah melampaui 20 persen, kata kementerian dalam negeri pada Selasa.

Gambaran itu mengemuka saat negara tersebut menghadapi krisis demografis akibat populasi yang cepat menua dan angka kelahiran yang rendah.

Kemendagri Korea Selatan menyebutkan bahwa per Senin (23/12) jumlah warga yang berusia 65 tahun atau lebih mencapai 10,24 juta, yang berarti 20 persen dari total populasi negara itu yang berjumlah 51,22 juta orang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengklasifikasikan negara yang memiliki lebih dari 7 persen populasi berusia 65 tahun atau lebih sebagai masyarakat yang menua.

Sementara itu, negara yang mencatatkan lebih dari 14 persen diklasifikasikan PBB sebagai masyarakat usia tua. Negara yang memiliki lebih dari 20 persen dikategorikan sebagai masyarakat super tua.

Kelompok usia tersebut di Korea Selatan telah meningkat secara bertahap selama bertahun-tahun, yang pada 2008 mencapai 4,9 juta jiwa.

Kelompok itu merupakan 10 persen dari populasi pada 2008, dan kemudian melampaui 15 persen pada 2019 serta mencapai 19,05 persen pada Januari tahun ini.

Per Senin, jumlah wanita dalam kelompok usia itu tercatat mencapai 5,69 juta, sementara pria berjumlah 4,54 juta jiwa.

Kelompok usia tersebut mencakup 27,18 persen dari populasi di Provinsi Jeolla Selatan dan merupakan persentase tertinggi di antara wilayah utama di negara tersebut.

Kota utama, Sejong, mencatatkan persentase terendah, yaitu 11,57 persen.

Kelompok usia itu tercatat 19,41 persen dari total populasi di Seoul.

"Dengan membentuk kementerian yang fokus pada populasi, langkah-langkah respons yang fundamental dan sistematis sangat dibutuhkan," kata seorang pejabat kementerian melalui pernyataan.

Korea Selatan telah mengungkapkan rencana untuk meluncurkan kementerian baru yang mengurusi strategi populasi guna mengatasi krisis demografis yang sedang terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.