Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tersangka Penyerangan Pasar Natal Magdeburg Hadapi Dakwaan Pembunuhan

📅 Minggu, 22 Des 2024, 23:31 WIB | Oleh:
Tersangka Penyerangan Pasar Natal Magdeburg Hadapi Dakwaan Pembunuhan Doc: Istimewa
Ket. Warga Jerman memberikan penghormatan terakhir di tugu peringatan darurat Magdeburg

MAGDEBURG - Kepolisian Jerman pada Minggu (22/12), mengatakan, pria yang diduga menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai ratusan lainnya setelah sebuah mobil melaju kencang melewati pasar Natal yang ramai menghadapi dakwaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Dari The Guardian, tersangka, yang disebutkan oleh media Jerman sebagai Taleb al-Abdulmohsen, psikiater berusia 50 tahun dari Arab Saudi yang tiba di Jerman pada tahun 2006, ditahan pada Sabtu malam setelah serangan di kota Magdeburg pada Jumat malam.

Polisi mengatakan bahwa jaksa telah mengajukan tuntutan pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap Abdulmohsen, seorang aktivis anti-Islam yang telah melontarkan ancaman pembunuhan secara daring terhadap warga negara Jerman dan memiliki sejarah perselisihan dengan otoritas negara.

Sementara ribuan orang berduka atas kematian para korban, yang diidentifikasi sebagai empat wanita berusia 52, 45, 75 dan 67 tahun dan seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, sekitar 2.100 orang menghadiri unjuk rasa sayap kanan yang disebut sebagai "demonstrasi melawan teror", media lokal melaporkan.

Para pengunjuk rasa dalam aksi unjuk rasa tersebut mengenakan balaclava hitam dan difilmkan sedang memegang spanduk besar bertuliskan kata “remigrasi”, istilah yang populer di kalangan ekstremis anti-imigrasi yang mengupayakan deportasi massal terhadap para migran dan orang-orang yang dianggap bukan etnis Jerman.

Pemerintah menghadapi pertanyaan yang berkembang tentang apakah lebih banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan tersebut, yang melukai 205 orang, 40 di antaranya dalam kondisi kritis.

Tim dokter bedah telah bekerja sepanjang waktu sejak korban pertama serangan tiba, dengan seorang petugas kesehatan mengatakan kepada media lokal tentang "darah di lantai di mana-mana, orang-orang berteriak, banyak obat penghilang rasa sakit diberikan".

Abdulmohsen menggambarkan dirinya sebagai mantan Muslim dan merupakan pengguna aktif platform media sosial X, membagikan lusinan unggahan setiap hari yang berfokus pada tema anti-Islam, mengkritik agama tersebut, dan memberi selamat kepada umat Muslim yang telah meninggalkannya.

Dia telah membantu para perempuan melarikan diri dari negara-negara Teluk, mengeluh bahwa Jerman tidak melakukan cukup upaya untuk membantu mereka, dan juga menuduh pemerintah Jerman gagal melakukan upaya yang cukup untuk memerangi apa yang disebutnya sebagai “Islamisasi Eropa”.

Pada bulan Agustus lalu, Abdulmohsen juga menulis di media sosial: “Apakah ada jalan menuju keadilan di Jerman tanpa meledakkan kedutaan Jerman atau membantai warga negara Jerman secara acak? … Jika ada yang mengetahuinya, mohon beri tahu saya.”

Ia juga mengunggah di X bahwa ia berharap mantan kanselir Jerman Angela Merkel bisa dipenjara seumur hidup atau dieksekusi, dan pada tahun 2013 ia didenda oleh pengadilan di kota Rostock karena "mengganggu kedamaian publik dengan mengancam akan melakukan kejahatan".

Tahun ini ia diselidiki di Berlin atas "penyalahgunaan panggilan darurat" setelah berdebat dengan petugas di kantor polisi, demikian dilaporkan media lokal. Ia telah mengambil cuti sakit dari tempat kerjanya, sebuah klinik rehabilitasi di dekat Magdeburg, sejak akhir Oktober.

Mina Ahadi, ketua asosiasi mantan Muslim di Jerman, mengatakan Abdulmohsen “tidak asing bagi kami, karena dia telah meneror kami selama bertahun-tahun”. Dia menjulukinya sebagai “psikopat yang menganut ideologi konspirasi ultra-kanan”.

Majalah Der Spiegel mengutip sumber keamanan yang mengatakan dinas rahasia Saudi telah memberi tahu badan mata-mata Jerman BND tahun lalu mengenai sebuah postingan di mana Abdulmohsen mengancam Jerman akan membayar harga atas perlakuannya terhadap pengungsi Saudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.