Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penderita Endometriosis Berisiko Lebih Tinggi Alami Stroke

📅 Minggu, 22 Des 2024, 18:00 WIB | Oleh:

“Ada beberapa keadaan ketika histerektomi dan/atau ooforektomi merupakan pilihan terbaik bagi seorang wanita, namun, kami juga perlu memastikan bahwa pasien menyadari potensi risiko kesehatan yang terkait dengan prosedur ini. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa histerektomi dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke bahkan jika tidak ada riwayat endometriosis,” tutur Missmer.

Meskipun penelitian sebelumnya yang menghubungkan histerektomi dan ooforektomi tidak mencari tahu penyebabnya, para ahli meyakini bahwa menopause, yang dipicu oleh prosedur ini, dapat berdampak pada risiko stroke.

“Data yang ada masih terbatas mengenai apakah histerektomi saja berdampak pada kesehatan jantung,” ujar Angela Chaudhari, MD, kepala ginekologi dan bedah ginekologi di Northwestern Medicine. 

“Namun, ada data yang menunjukkan adanya peningkatan risiko kejadian kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke yang terkait dengan ooforektomi yang menghasilkan menopause bedah,” lanjutnya.

Perbedaan antara histerektomi saja dengan histerektomi dan ooforektomi adalah perbedaan yang penting. Histerektomi saja tidak akan mempengaruhi produksi hormon, tetapi histerektomi dengan ooforektomi, atau ooforektomi saja, akan mempengaruhi kadar hormon, karena ovarium adalah sumber utama produksi estrogen dalam tubuh.

Meskipun pasien dan penyedia layanan kesehatan mereka harus menyadari risiko kesehatan tambahan dari endometriosis, para ahli menekankan bahwa risiko stroke secara keseluruhan adalah rendah.

Missmer menambahkan, tidak ada alasan untuk panik bahwa setiap orang yang memiliki endometriosis akan terkena stroke. Ia merujuk pada faktor risiko stroke yang lebih besar lainnya, seperti merokok, yang meningkatkan risiko stroke sebesar 63%. 

“Kami tidak melihat efek yang mendekati hal tersebut pada endometriosis,” imbuh Missmer.

Namun, orang dengan endometriosis perlu memperhatikan kesehatan seluruh tubuhnya. Kunci utama bagi penderita endometriosis adalah menyadari tanda dan gejala stroke, masalah jantung, dan penyakit serebrovaskular. Penyedia layanan kesehatan juga harus mempertimbangkan usia dan faktor lainnya ketika mendiskusikan intervensi bedah dengan pasien.

“(Ini adalah) bagian dari alasan mengapa pengobatan endometriosis sangat sulit. Kita harus menyeimbangkan pengobatan penyakit itu sendiri sambil juga mempertimbangkan pasien secara keseluruhan, yang masih berisiko terkena penyakit kronis lainnya,” kata Missmer.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan endometriosis mungkin berisiko lebih tinggi terkena stroke, terutama bagi mereka yang menjalani pengobatan yang memengaruhi kadar hormon. Namun, risiko stroke secara keseluruhan tetap relatif rendah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.