Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Ketahanan Pangan, Ayo Ciptakan Pertanian yang Tangguh dan Berkelanjutan dengan Inovasi

📅 Sabtu, 21 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Perkuat Ketahanan Pangan, Ayo Ciptakan Pertanian yang Tangguh dan Berkelanjutan dengan Inovasi Doc: antara
Ket. Ciptakan Pertanian yang Tangguh dan Berkelanjutan dengan Inovasi

JAKARTA – Pemerintah berkomitmen menciptakan sektor pertanian tangguh, bersih, dan berkelanjutan melalui inovasi teknologi serta pengelolaan sumber daya yang efisien untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kementerian Pertanian terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan sektor pertanian yang lebih tangguh dan bersih," kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam rapat kerja teknis (Rakernis) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, di Cianjur, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Jumat (20/12).

Meski begitu, dalam upaya menciptakan pertanian yang bersih dari praktik yang melanggar ketentuan, Mentan meminta jajaran kepolisian untuk turut mengawal program ketahanan pangan.

“Beberapa saat lalu Kementan blacklist empat perusahaan yang mengedarkan pupuk palsu dan merugikan petani hingga 3,2 triliun rupiah. Kami mohon kepada kepolisian ini diawasi,” ujar Mentan.

Seperti dikutip dari Antara, Mentan mendorong agar aparat penegak hukum melakukan pengawalan dengan lebih ketat,terutama terkait pendistribusian sarana produksi, seperti pupuk maupun alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Ada yang kami titip bapak-ibu. Ada laporan pungutan liar dalam distribusi alsintan. Bantuan alsintan yang seharusnya bebas biaya malah diminta bayaran, hingga 50 juta rupiah per unit,” ucap Mentan.

Cegah Penyelewengan

Ia pun mengajak semua jajaran untuk memerangi tindakan penyelewengan yang dapat merugikan petani dan masyarakat.“Kita harus perangi karena ini bukan hanya merugikan negara, tetapi masyarakat kecil dan petani kecil yang modalnya pas-pasan. Ini juga nanti kita kawal bersama,” tutur Mentan.

Mentan mengaku bahwa sebelumnya, pihaknya telah menemui Jaksa Agung Burhanuddin pada Senin (16/12) terkait pengawasan sarana produksi dan laporan pungutan liar.

"Konsolidasi ini dilakukan untuk menyatukan langkah dalam membersihkan sektor pertanian dari segala bentuk penyelewengan yang dapat menghambat proyek strategis nasional (PSN) dalam rangka percepatan swasembada pangan," imbuh Mentan.

Sementara itu, Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Mohammad Fadil Imran mengungkapkan jajaran kepolisian siap memenuhi amanat Mentan Amran untuk mengawal sektor pertanian Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.