UE Desak Pemulihan Dini dan Rekonstruksi di Suriah
📅 Jumat, 20 Des 2024, 02:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/FREDERICK FLORIN
JENEWA - Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menekankan pentingnya upaya pemulihan dan rekonstruksi setelah jatuhnya rezim Assad di Suriah yang dikaitkan dengan reformasi politik yang konkret.
Berbicara di hadapan Parlemen Eropa, pada Rabu (18/12), Von der Leyen menekankan bahwa bulan-bulan mendatang akan krusial dalam membentuk masa depan Suriah yang ia gambarkan sebagai penuh janji, tetapi juga penuh dengan risiko.
"Eropa harus terlibat baik di tingkat regional maupun lokal," kata dia seraya mengumumkan bahwa seorang diplomat senior telah dikirim ke delegasi UE di Suriah terkait kedutaan besar blok tersebut, yang menandakan peningkatan keterlibatan Eropa.
Sembari menegaskan kebijakan blok tersebut untuk tidak bekerja sama langsung dengan rezim Assad, ia mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kontak langsung dengan Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin upaya penggulingan rezim, serta dengan faksi-faksi lainnya di lapangan.
UE yang sudah menjadi donor terbesar untuk Suriah, telah memberikan bantuan senilai 33 miliar Euro sejak 2011, kata dia. Namun Von der Leyen menyarankan potensi pergeseran fokus di luar bantuan kemanusiaan langsung seperti air, listrik, dan rekonstruksi infrastruktur.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita mungkin perlu fokus baru pada pemulihan dan rekonstruksi awal," tegas dia. SB/Ant/Anadolu/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!