Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Modal di Sebagian Negara Anjlok setelah The Fed Bersiap Putuskan Suku Bunga

📅 Rabu, 18 Des 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Pasar Modal di Sebagian Negara Anjlok setelah The Fed Bersiap Putuskan Suku Bunga Doc: AFP/MANDEL NGAN
Ket. Dua orang perempuan melewati Bank Sentral AS di Washington DC, beberapa waktu lalu. Sebagian besar pasar modal pada Selasa (17/12) anjlok karena perhatian beralih ke rencana keputusan kebijakan Federal Reserve.

NEW YORK – Sebagian besar pasar modal pada hari Selasa (17/12) anjlok karena perhatian beralih ke rencana keputusan kebijakan Federal Reserve (the Fed), dengan para pedagang berharap mendapatkan arahan mengenai rencana suku bunganya saat presiden terpilih Donald Trump bersiap untuk menjabat.

Dikutip dari Yahoo Finance, keputusan tersebut yang diharapkan akan membuat pejabat menurunkan biaya pinjaman lagi, muncul di minggu yang sibuk bagi bank sentral, dengan pengumuman di Jepang dan Inggris juga akan dilakukan.

Para investor mengawasi Beijing setelah langkah-langkah terbaru para pemimpin Tiongkok untuk mendongkrak ekonomi gagal memenuhi harapan, dengan data penjualan ritel yang lemah pada hari Senin memperkuat perlunya lebih banyak dukungan.

The Fed secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk pertemuan ketiga berturut-turut pada hari Rabu karena berupaya membimbing ekonomi teratas dunia itu menuju pendaratan lunak, meskipun pernyataannya akan diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek tahun depan.

Inflasi Masih Tinggi

Para investor mulai mengurangi taruhan mereka mengenai berapa kali suku bunga akan dipangkas dalam 12 bulan ke depan karena inflasi yang masih tinggi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan ketidakpastian mengenai Trump, yang telah berjanji akan memangkas pajak dan mengenakan tarif pada impor.

Stefan Hofrichter, kepala ekonomi dan strategi global di Allianz, mengatakan ekonomi AS telah mengabaikan peringatan akan terjadinya resesi dan pertumbuhan diperkirakan akan terus melaju, seraya menambahkan skenario dasar perusahaan tetap merupakan 'pendaratan lunak' bagi ekonomi AS dan dunia.

"Kartu liar adalah apa yang terjadi setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS," tambahnya.

Pengeluaran besar-besaran yang ia usulkan dapat meningkatkan pertumbuhan AS dalam jangka pendek.Namun, dampak tarif yang lebih tinggi yang diusulkannya untuk mitra dagang AS juga dapat melemahkan prospek bagi Eropa. Kita perlu menunggu untuk melihat sejauh mana janji kampanye pemilihannya menjadi kebijakan.

Wall Street berakhir sebagian besar menguntungkan dengan lonjakan raksasa teknologi yang membantu Nasdaq mencapai rekor tertinggi, tetapi Asia tidak mampu meneruskan tongkat estafet.

Tokyo, Hong Kong, Shanghai, Singapura, Seoul, Taipei, Manila, Mumbai, Bangkok dan Jakarta semuanya turun, meskipun Sydney dan Wellington naik,sedangkan London, Paris, dan Frankfurt turun pada pembukaan.

Bitcoin mencapai rekor tertinggi lainnya di 107.791 dollar AS karena optimisme berkelanjutan bahwa Trump akan memperkenalkan langkah-langkah untuk mencabut regulasi pasar mata uang kripto.Keputusan suku bunga Fed akan diikuti pada hari Kamis oleh pengumuman di Jepang dan Inggris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Bekasi Gelar Operasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.