Jakpro Akan Akuntabel Dalam Kelola Aset
📅 Senin, 16 Des 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Muhammad Ramdan
JAKARTA – Pengelolaan aset milik Pemprov Jakarta secara profesional dan berintegritas harus terus dilakukan. “Kami sebagai pengelola aset strategis menempatkan profesionalisme dan akuntabilitas sebagai landasan utama,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Perseroda (Jakpro), Iwan Takwin, di Jakarta, Sabtu.
Jakpro akan terus memperkuat perannya sebagai pengelola aset strategis milik Pemprov Jakarta. Saat ini BUMD milik Pemerintah Jakarta ini memasuki usia ke-24. Selain memenuhi kebutuhan infrastruktur kota, Iwan berupaya menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan melalui optimalisasi aset strategis.
Menurutnya, visi operational excellence diterapkan melalui kolaborasi tim manajemen aset dan tim akuntansi sejak tahap perencanaan hingga pencatatan aset. “Pendekatan ini memastikan setiap penugasan tercatat dan dikelola dengan baik hingga proses serah terima,” tands Iwan.
Selain itu, ini juga didukung dengan penerapan standar internasional, seperti ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Antipenyuapan untuk memastikan pengelolaan aset bebas dari korupsi.Selain itu, Jakpro memulai klasifikasi dan kodifikasi aset strategis. Langkah ini sebagai persiapan implementasi ISO Asset Management 55001:2014.
Proses tersebut memastikan pengelolaan aset seperti LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, dan Taman Ismail Marzuki berlangsung transparan.
Selain itu, transformasi digital untuk efisiensi pengelolaan, Jakpro juga mengedepankan inovasi digital. Hal ini ditempuh melalui penggunaan Enterprise Resource Planning (ERP) dan Jakpro Smart Office (JSO).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan digitalisasi, kami dapat meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi pelaporan,” ujar Iwan. Lebih jauh Iwan menambahkan, pada tahun depan, Jakpro akan mengimplementasikan Enterprise Asset Management and Operations. Tujuannya untuk mengoptimalkan kualitas dan pemanfaatan aset sepanjang siklus hidupnya.
Menurut Iwan, transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, dan menjaga keandalan aset strategis. Kompetensi sumber daya manusia untuk pengelolaan aset yang optimal dalam mendukung pengelolaan aset yang terencana, Jakpro mengadakan sertifikasi manajemen aset yang dilakukan oleh BNSP. Jakpro juga membuat Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan kompetensi.
Ada Jakarta International Velodrome, LRT Jakarta Fase 1A, Jakarta International Stadium, revitalisasi Taman Ismail Marzuki, hingga Jakarta International Equestrian Park. Tahun ini, Jakpro melanjutkan penugasan strategis, termasuk pembangunan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!