Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Sampai Punah, Penampakan Ikan Lele Raksasa Mekong yang Langka di Kamboja

📅 Minggu, 15 Des 2024, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Sampai Punah, Penampakan Ikan Lele Raksasa Mekong yang Langka di Kamboja Doc: ANTARA/XInhua-HO
Ket. Para pegiat konservasi memelihara ikan lele raksasa Mekong yang langka di Kamboja, 10 Desember 2024.

Phnom Penh - Enam ekor ikan lele raksasa Mekong yang terancam punah, salah satu ikan air tawar terbesar dan terlangka di dunia, berhasil ditangkap dan dilepaskan kembali di Kamboja dalam kurun waktu hanya beberapa hari, demikian disampaikan oleh proyek Wonders of the Mekong dalam sebuah rilis pers pada Jumat (13/12).

Hasil tangkapan ini, yang merupakan bukti upaya konservasi dan keterlibatan masyarakat selama puluhan tahun, memberikan harapan baru bagi kelangsungan hidup spesies yang semakin langka di sebagian besar habitat aslinya, ungkap rilis pers tersebut.

Rilis pers itu menambahkan bahwa di antara ikan air tawar terbesar di dunia, ikan lele raksasa Mekong dapat mencapai panjang hampir tiga meter dan beratnya bisa mencapai 300 kg.

Rangkaian peristiwa ini dimulai pada 6 Desember, ketika dua ekor ikan lele raksasa Mekong secara tidak sengaja tertangkap di Sungai Tonle Sap di dekat Phnom Penh. Kedua ikan tersebut kemudian ditandai dan dilepaskan.

Pada 10 Desember, empat ekor ikan lele raksasa lainnya ditangkap dan dilepaskan di beberapa lokasi di sepanjang Sungai Mekong dan Sungai Tonle Sap.

Dari ikan-ikan lele raksasa yang berhasil ditangkap tersebut, dua ekor di antaranya berukuran besar, dengan panjang lebih dari 2 meter dan bobot masing-masing 120 dan 131 kg, papar rilis pers tersebut. Setiap ikan dipasangi tanda pengenal untuk membantu pelacakan dan penelitian jangka panjang, imbuhnya.

Kelangsungan hidup ikan lele raksasa Mekong bergantung pada upaya-upaya konservasi berkelanjutan dan perlindungan habitatnya, papar pernyataan tersebut.

"Penampakan keenam ekor ikan lele raksasa tersebut tidak hanya menawarkan kesempatan langka untuk mengamati salah satu ikan yang paling sulit ditangkap di dunia, tetapi juga menyediakan data penting untuk memahami dan melindungi koridor migrasi dan tempat bertelur yang esensial bagi kelangsungan hidup mereka," imbuh Zeb Hogan, seorang ahli biologi penelitian dari Universitas Reno Nevada yang memimpin proyek Wonders of the Mekong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Nasional
Juru Bicara Kementerian ESD...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.