Kenali Gejala Rematik, IDI Burmeso Bagikan Cara Pengobatannya
📅 Sabtu, 14 Des 2024, 13:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Koran Jakarta/IDI Burmeso
Penyakit rematik salah satu penyakit yang paling umum diderita oleh orang dewasa. Rematik, atau lebih dikenal sebagai rheumatoid arthritis (RA), adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada sendi.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Burmeso dengan alamat website idiburmeso.orgmenjelaskan bahwa rematik sebenarnya adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya.
IDI Burmeso menjelaskan rematik sering dikelompokkan dalam arthritis atau radang sendi, dan dapat mencakup berbagai kondisi, seperti reumatoid arthritis, osteoarthritis, lupus, dan ankylosing spondylitis. Tentu saja, rematik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, terutama saat bekerja.
IDI Burmeso selanjutnya melakukan penelitian terkait penyakit rematik kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.
Penyebab Rematik
Sebaiknya Anda baca juga:
IDI Burmeso menjelaskan penyakit rematik, atau lebih spesifiknya rheumatoid arthritis (RA), adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan peradangan pada sendi. Berikut adalah ciri-ciri seseorang mengalami penyakit rematik meliputi:
1. Nyeri sendi tak tertahankan
Nyeri sendi adalah gejala yang paling umum dan sering dialami. Rasa nyeri dapat bersifat berdenyut, hilang timbul, atau terus-menerus, dan biasanya terjadi pada beberapa sendi seperti tangan, kaki, lutut, dan pinggul.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Pembengkakan pada sendi
Peradangan yang terjadi akibat rematik dapat menyebabkan pembengkakan pada sendi yang terkena. Pembengkakan ini bisa cukup parah hingga mengubah bentuk jari atau pergelangan.
3. Kekakuan pada sendi
Penderita rematik sering mengalami kekakuan pada sendi, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat lama. Kekakuan ini biasanya berlangsung lebih dari 30 menit.
4. Kelelahan disertai demam
Penderita rematik juga sering mengalami mudah lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa individu mungkin mengalami demam tanpa sebab yang jelas sebagai bagian dari respons tubuh terhadap peradangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!