Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korut Berpotensi Dapat Jet Tempur dari Russia 

📅 Jumat, 13 Des 2024, 02:50 WIB | Oleh:
Korut Berpotensi Dapat Jet Tempur dari Russia  Doc: AFP/Genya SAVILOV
Ket. Jet tempur Su-27 buatan Russia

SEOUL - Korea Utara (Korut) dilaporkan tengah bernegosiasi dengan Russia untuk mendapatkan pesawat tempur MiG-29 dan Su-27 sebagai imbalan atas pengiriman pasukannya ke Ukraina, dimana sebagian kesepakatan dalam upaya tersebut telah tercapai.

Hal itu disampaikan oleh Samuel Paparo, Komandan Komando Armada Indo-Pasifik Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pertemuan keamanan di Ronald Reagan Presidential Library, California, pekan lalu.

Paparo menjelaskan, meskipun bukan tergolong jenis terbaru, namun pesawat tempur itu masih memiliki kekuatan yang sangat besar dan dapat memperkuat kemampuan militer Korut.

Saat ini, kekuatan wilayah udara Korut terbatas pada jenis pesawat tempur yang telah usang. Diperkirakan Korut memiliki sekitar 400 pesawat tempur yang terdiri dari 80 pesawat pengebom ringan dan 200 pesawat angkut. Namun sebagian besar pesawat tersebut dalam kondisi tidak dapat terbang dan sulit untuk dipelihara akibat kekurangan suku cadang.

“MiG-29 dan Su-27 dianggap sebagai pesawat tempur terbaik yang dapat dimiliki Korut saat ini,” kata Paparo. 

Pesawat tempur yang berpotensi diberikan oleh Russia itu mencakup MiG-29, Su-27, serta pesawat-pesawat canggih lainnya seperti Su-35, jet tempur siluman Su-57, dan misil hipersonik Kinzhal, yang dapat menunjang modernisasi militer Korut.

“Namun, terdapat kekhawatiran terkait tantangan teknis dan logistik dalam mentransfer pesawat tersebut ke Korut,” ungkap Paparo.

Selain pesawat tempur, Korut juga dilaporkan tertarik pada teknologi misil balistik dan kapal selam dari Russia, yang berkaitan dengan pengembangan senjata nuklir mereka. Hal itu kemudian meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakstabilan keamanan di Semenanjung Korea, yang diawasi dengan cermat oleh Korea Selatan, AS, dan Jepang.

Kereta Penghubung

Sementara itu pada Rabu (11/12) dilaporkan bahwa perusahaan kereta api nasional Russia, Russian Rail, mengumumkan bahwa kereta penumpang yang menghubungkan Korut dan Russia akan kembali beroperasi.

Melansir kantor berita yang dikelola oleh pemerintah Russia, Sputnik, dalam jadwal operasi untuk tahun 2024-2027 yang diumumkan Russian Rail, kereta nomor 645/646, yang menghubungkan Stasiun Dumangang di Korut dan Stasiun Khasan di Russia, akan mulai beroperasi secara resmi mulai 16 Desember mendatang.

Kereta itu dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan dan dilaporkan akan memakan waktu tempuh sekitar 17 menit sekali jalan.

Pengoperasian kembali kereta penumpang antara Korut dan Russia itu terjadi hampir lima tahun setelah dihentikan, yang bertepatan dengan semakin eratnya hubungan kedua negara di tengah pembahasan pengiriman pasukan Korut ke perang di Ukraina.

Sementara itu, media khusus untuk Korut di AS, NK News melaporkan para ahli memperkirakan bahwa pengoperasian kembali jalur kereta tersebut dapat berdampak pada pengiriman pekerja Korut ke Russia untuk menghasilkan mata uang asing. KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.