Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fantastis, Mendag Proyeksi Nilai Transaksi Harbolnas Capai Rp.40 Triliun

📅 Jumat, 13 Des 2024, 12:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Fantastis, Mendag Proyeksi Nilai Transaksi Harbolnas Capai Rp.40 Triliun Doc: kementerian perdagangan
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis nilai transaksi pada Harbolnas 2024 meningkat tajam. Diproyeksikan mencapai Rp.40 triliun, lebih tinggi dari 2023 yang sekitar Rp.25 triliun. Pelaku UMKM dan produk lokal perlu memanfaatkan event ini

JAKARTA- Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis nilai transaksi pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024 akan meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Selama pelaksanaan Harbolnas 2024 pada 10-16 Desember, nilai transaksinya diproyeksikan mencapai Rp.40 triliun.

"Proyeksi tersebut naik signifikan dari nilai transaksi riil tahun sebelumnya yang mencapai Rp.25,7 triliun,"ucapnya dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (12/12).

Pada pelaksanaan Harbolnas tahun ini, Mendag berharap transaksi bisa mencapai Rp.40 triliun sesuai target yang disampaikan oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA). Tahun lalu, nilai transaksinya mencapai Rp.25,7 triliun. "Kami optimistis target akan tercapai selama pelaksanaan Harbolnas 2024,” ungkap Budi.

Menurut Mendag, nilai transaksi Harbolnas meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, nilai transaksi pada 2023 yang sebesar Rp.25,7 triliun merupakan peningkatan sebesar 182 persen bila dibandingkan dengan gelaran Harbolnas perdana pada 2019. Sementara itu, transaksi produk lokal berkontribusi sebesar Rp12,3 triliun, atau 48,1 persen dari total nilai transaksi Harbolnas 2023.

Dia mengatakan, produk lokal adalah cerminan kreativitas dan semangat dari para pelaku usaha tanah air yang turut berkontribusi pada perekonomian dalam negeri.

Di sisi lain, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar delapan persen pada 2028-2029, perlu kerja sama erat berbagai pihak. 

Kampanye “Beli Lokal” dari sejumlah market place menjadi salah satu contoh konkret kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan dan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal. “Mari bersama-sama membantu produk lokal semakin maju dengan memakai produk sendiri,” ajak Mendag.

Harbolnas adalah acara belanja online besar yang diselenggarakan oleh berbagai platform jual beli dan e-commerce di Indonesia. Tahun ini digelar dari 10-16 Desember.

 Mendag menyampaikan, niaga elektronik menjadi itu salah satu cara memperkenalkan produk dalam negeri, merupakan titik temu penjual dengan pembeli, serta memperkuat penjenamaan (branding).

Dia menekankan, produk lokal perlu dikemas sedemikian rupa agar kualitas barangnya tidak kalah dengan produk asing. Pasar dalam negeri yang besar terangnya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh produk-produk dari negeri sendiri. Karena itu pelaku UMKM diajak untuk memaksimalkan promosi dan perluasan pasar domestik melalui platform niaga elektronik.

Pemanfaatan teknologi digital dapat berperan untuk menjaga kesetiaan pembeli terhadap produk UMKM. Konsistensi yang terbangun dari pembeli produk lokal yang loyal ini, menurutnya, juga dapat berperan melindungi pasar dalam negeri.

"Ketika konsumen sudah mengenal produk Indonesia, kemudian menggunakannya, dan ternyata testimoninya bagus, terbentuklah suatu cara melindungi pasar dalam negeri secara sukarela. Model ini bisa membantu melindungi pasar dalam negeri dari banyaknya produk asing," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.