Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Dinilai Terlalu Ambisius
📅 Rabu, 11 Des 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiKalaupun ada investasi padat karya, lebih cenderung diputar di dalam negeri saja. Misalnya, jika sebelumnya pabriknya di Banten kini dipindahkan ke Jawa Tengah untuk menghindari upah tinggi sehingga, tidak bisa disebut sebagai investasi baru.
“Tentu efek ekonominya akan beda jika investasi yang masuk memang baru berasal dari luar atau adanya realokasi pabrik dari negara-negara luar, bukan hanya pergeseran antarprovinsi di dalam negeri. Sebab, bakal ada serapan tenaga kerja baru,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan skenario yang dirancang pemerintah untuk membawa Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen
Untuk mengejar target tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa konsumsi, investasi, dan ekspor akan menjadi pilar utama. Pemerintah menargetkan agar sektor konsumsi tetap dijaga pada rentang pertumbuhan 5–6 persen, investasi dibidik tumbuh 10 persen, serta ekspor didorong tumbuh 9 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!