Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masa tanam pertanian di Banjarmasin terdampak hujan ekstrim

📅 Selasa, 10 Des 2024, 22:17 WIB | Oleh:
Masa tanam pertanian di Banjarmasin terdampak hujan ekstrim Doc: ANTARA/HO-Humas DPRD Banjarmasin
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Yuliansyah Effendi.

Banjarmasin, 10/12  - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Yuliansyah Effendi menyampaikan, masa tanam pertanian di daerahnya terdampak signifikan akibat hujan ekstrim.

"Akibat hujan ekstrim sekarang ini, banyak lahan sawah terendam," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, kondisi ini mengakibatkan masa tanam diundur, khususnya pada pertanian padi.

Dikatakan dia, curah hujan yang sedang tinggi-tingginya sejak November hingga Desember saat ini, membuat para petani tidak bisa melakukan penanaman.

"Dari hasil pantauan kami di lapangan, ada beberapa lahan pertanian yang sudah terendam cukup tinggi," katanya.

Seperti di kawasan persawahan di Kecamatan Banjarmasin Timur, kata Yuli, ketinggian air mencapai 30 cm.

"Yang paling parah di wilayah Banjarmasin Selatan yang bisa mencapai pinggang orang dewasa," kata dia.

Padahal, kata dia, waktunya sekarang ini masa tanam, namun melihat kondisi demikian, para petani harus menjadwalkan ulang.

"Kemungkinan bulan Januari atau Maret tahun depan," paparnya.

Yuli menyampaikan, kondisi ini tentunya tidak bisa dihindari karena kejadian alam, meskipun membuat program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dua kali setahun jadi terkenda.

Menurut dia, kondisi ini juga tidak berpengaruh besar pada stok ketahanan pangan di Kota Banjarmasin, sebab kota ini pusat kota dagang diantaranya hasil pertanian.

Karena, ucap Yuli, Kota Banjarmasin bukanlah sebagai daerah penyangga pangan, sebab sebagian besar persediaan pangan didapatkan dari kabupaten tetangga yang ada di sekitar Banjarmasin.

Dengan kata lain, penanaman di Banjarmasin hanya semacam kontribusi terhadap keberadaan stok pangan atau beras yang ada.

"Karena dengan luasan sekitar 2.600 hektare, begitu panen serentak paling kalau diberikan atau dimakan oleh masyarakat Kota Banjarmasin. Itu paling 40 sampai 50 hari (persediaannya) habis," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

59 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.