Maroko Bersiap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030 Bersama Spanyol dan Portugal
📅 Selasa, 10 Des 2024, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: niamaghribia.ma
RABAT - Setelah puluhan tahun gagal mengajukan tawaran, Maroko akhirnya mencapai impian lamanya menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola pada tahun 2030, bersama Spanyol dan Portugal, yang diharapkan akan meningkatkan citra internasional dan ekonominya.
FIFA akan secara resmi meratifikasi pencalonan trio tersebut pada hari Rabu (11/12), Argentina, Uruguay dan Paraguay juga menjadi tuan rumah masing-masing pertandingan untuk menandai satu abad sejak Piala Dunia pertama diadakan di Amerika Selatan.
Perlu waktu lebih dari 40 tahun sejak Maroko menjadi negara Afrika pertama pada tahun 1987 yang mengajukan tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia, dengan tujuan menjadi tuan rumah edisi 1994.
Rabat telah mengajukan lima kali tawaran namun gagal total, termasuk satu untuk tahun 2026 juga tahun 2010, ketika kalah tipis dari Afrika Selatan untuk hak menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama di benua itu.
"Ini adalah kesempatan unik untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pariwisata negara ini," kata Fouzi Lekjaa, kepala Komite Piala Dunia 2030 Maroko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbicara setelah rapat kabinet yang dipimpin oleh Raja Mohammed VI, Lekjaa menekankan potensi transformasional dari menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di dunia.
Pemerintah Maroko telah meluncurkan rencana ambisius untuk memodernisasi infrastruktur di enam kota tuan rumah: Rabat, Casablanca, Fes, Tangier, Marrakesh, dan Agadir.
Ini termasuk perluasan bandara, jalan raya dan jaringan transportasi, serta peningkatan layanan hotel dan komersial, menurut pernyataan resmi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Enam stadion di kota tuan rumah saat ini sedang menjalani pekerjaan renovasi, kata pernyataan itu.
Selain itu, stadion baru berkapasitas 115.000 tempat duduk di dekat Casablanca, yang menelan biaya 480 juta euro ($507 juta), juga sedang dibangun karena kerajaan mengandalkan tempat tercanggih untuk menjadi tuan rumah final.
"Proyek-proyek ini akan meninggalkan warisan abadi bagi generasi mendatang," kata Moncef El Yazghi, seorang peneliti yang mengkhususkan diri dalam kebijakan olahraga.
Diplomasi Sepakbola
Ketertarikan Maroko untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia bermula dari penampilannya yang inovatif pada turnamen 1986 di Meksiko, di mana ia menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai babak sistem gugur.
Keberhasilan tersebut memicu ide untuk menggunakan sepak bola sebagai wadah untuk meningkatkan reputasi bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!