Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gen Z Kota Depok Jadi Gantungan Pengembangan Budaya

📅 Senin, 09 Des 2024, 03:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gen Z Kota Depok Jadi Gantungan Pengembangan Budaya Doc: ANTARA/Feru Lantara
Ket. Penjabat (Pj) Sekretaris Derah (Sekda) Nina Suzana.

DEPOK – Generasi Z Kota Depok menjadi gantungan untuk mengembangkan budaya lokal agar tetap lestari dan malahan lebih maju. “Salah satunya tradisi Rebut Dandang yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak benda di Jawa Barat oleh Pemerintah Provinsi Jabar tahun lalu,” kata Penjabat Sekretaris Daerah, Nina Suzana, ­Minggu.

Nina menjelaskan, selain budaya Rebutan Dandang, ada juga Tari Topeng Cisalak, Ngubek Empang. Budaya-budaya ini perlu dilestarikan agar tidak punah di tengah modernisasi.

Nina menyebut, Tanjidor dan Palang Pintu yang ditampilkan dalam pembukaan Media Arts Summit 2024, bukan budaya asli Depok, melainkan budaya Betawi.

Meski begitu, dia tetap mengajak semua pihak ikut melestarikan dan mengembangkan budaya tersebut. Menurutnya, Indonesia kaya budaya, maka perlu terus ­digali.

“Adik-adik dari generasi Z juga harus pandai berpantun, misalnya. Sebab pemerintah juga memberi ruang berekspresi untuk melestarikan budaya lewat lomba-lomba,” katanya.

Melalui berbagai penampilan budaya Depok dalam setiap kegiatan, diharapkan anak-anak zaman now tahu dan bisa menyebarluaskan bahwa di Kota Depok ada budaya khas.

“Anak muda memiliki peran penting untuk melestarikan budaya lokal agar tetap eksis dan dikenal luas,” ujarnya.

Nina Suzana menyinggung Festival Keriaan Depok Expo Tahun 2024. Menurutnya, ini merupakan ajang untuk memperkenalkan seni ­budaya dan Usaha Mikro ­Kecil Menengah (UMKM) ke masyarakat luas. Dengan harapan kesenian dan budaya bisa terus terjaga hingga generasi mendatang.

“Festival ini adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Depok untuk senantiasa memperkenalkan seni budaya kepada masyarakat,” ujar Nina saat membuka Festival Keriaan Depok Expo, di Taman Alun-alun Kota Depok, Grand Depok City, Sabtu (7/12). Dia menuturkan, generasi saat ini mungkin belum mengetahui seni budaya milik Kota Depok.

Ataupun jika sudah tahu, namun masih bingung karena kemiripan dengan budaya Betawi. “Memang terlihat sama antara Betawi Depok dan Jakarta. Tapi pada kenyataannya ada beberapa perbedaan,” katanya.

Selain itu, dalam Festival ini juga menjadi ajang para pelaku UMKM menjajakan produk-produk ­unggulannya.

Mereka telah mengikuti program 5.000 wirausaha baru dan 1.000 perempuan pengusaha besutan Dinas Koperasi dan Usaha Menengah. Lewat program tersebut para pelaku UMKM dilatih agar menjadi pengusaha mandiri dan segera naik kelas.

Mereka mendapat pembinaan dalam beberapa bulan agar bisa berkembang, ­mandiri dan menghasilkan omzet besar. Bukan itu saja, mereka juga diajarkan keahlian lain. Salah satunya membuat administrasi usaha yang baik untuk bisa bersaing hingga nasional dan ­internasional.

“Mudah-mudahan acara ini membangkitkan semangat untuk memperkenalkan seni budaya dan produk UMKM Kota Depok,” tandasnya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.