Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aktivitas Tambang Ditengarai Jadi Penyebab Bencana Sukabumi

📅 Senin, 09 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Aktivitas Tambang Ditengarai Jadi Penyebab Bencana Sukabumi Doc: antara
Ket. Wakil Ketua DPR RI - Cucun Ahmad Syamsurijal

JAKARTA – Aktivitas pertambangan dianggap sebagai salah satu pemicu bencana yang melanda Sukabumi, Jawa Barat. Ironisnya, tambang yang beroperasi tak mengantongi izin alias ilegal yang pajaknya tak masuk ke kas negara.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta pemerintah mengambil langkah tegas melindungi lingkungan, menyusul meluasnya bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Sukabumi. Cucun menilai kerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal menjadi salah satu penyebab utama bencana yang menewaskan sejumlah warga dan menghancurkan infrastruktur.

“Tambang ilegal ini sudah merusak lingkungan secara masif. Ini pelajaran besar bagi kita semua bahwa reformasi pengelolaan lingkungan harus dilakukan sekarang juga,” tegas Cucun dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (8/12).

Cucun, yang pekan lalu meninjau lokasi bencana longsor dan banjir di Sukabumi, menambahkan langkah ini tidak hanya penting untuk melindungi masyarakat saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan hingga 2023, terdapat lebih dari 2.700 titik tambang ilegal yang tersebar di seluruh wilayah.

Laporan Greenpeace pada 2023 menunjukkan sekitar 60 persen sungai di Indonesia tercemar oleh limbah pertambangan, baik itu legal maupun ilegal. Sementara itu, Kementerian Keuangan memperkirakan negara kehilangan potensi pendapatan sekitar 23 triliun rupiah per tahun akibat tambang ilegal.

Saat ini, Sukabumi dilanda bencana hidrometeorologi berupa longsor dan banjir yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengancam keselamatan warga. Bencana tersebut menjadi perhatian serius karena dampaknya kerugian meluas.

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, menilai selain cuaca ekstrem, kerusakan ekosistem di daerah hulu juga menjadi penyebab utama terjadinya bencana tersebut. Slamet menyatakan banyak kawasan hutan di daerah hulu yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga lingkungan, kini telah gundul dan terlantar.

Slamet, yang merupakan legislator Dapil Jawa Barat IV, juga menyoroti peran perusahaan negara dalam kerusakan lingkungan, terutama terkait dengan lahan hak guna usaha (HGU) yang tidak terkelola dengan baik. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan guna mengembalikan fungsi kawasan hutan di daerah hulu.

“Berbagai lahan HGU termasuk milik perusahaan negara seperti PTPN yang dulu produktif sebagai kebun karet atau tanaman keras lainnya kini berubah fungsi atau dibiarkan tidak terawat. Karena itu, saya mendesak pemerintah untuk mengambil langkah serius mengembalikan fungsi kawasan hutan di daerah hulu melalui reboisasi dan penertiban penggunaan lahan,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

Slamet juga menekankan pentingnya menjaga wilayah hulu agar tidak mengalami degradasi lebih lanjut, karena hal tersebut akan berdampak langsung pada masyarakat yang tinggal di hilir.

Hentikan Pertambangan

Sementara itu, Dosen Teologi Moral Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, Frumensius Gions OFM, mendesak pemerintah menghentikan semua aktivitas pertambangan, baik legal maupun ilegal. Sebab, dampak kerusakan ekologinya sangatlah dahsyat.

Dia menegaskan pemerintah perlu mengurangi kebergantungan terhadap aktivitas industri ekstratif, khususnya pertambangan. Kepedulian negara terhadap lingkungan, lanjutnya, perlu dinyatakan dengan menghentikan izin dan aktivitas bisnis pertambangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Raker Komisi III DPR Bersama KPK dan BNN

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Komisi III DPR Bersam...

Ini Teks Lengkap 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Ini Teks Lengkap 14 Poin Ke...

Kondisi Air Sungai Ciujung Menghitam

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kondisi Air Sungai Ciujung ...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Hadir Lang...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.