Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Dekade Penderitaan Pascabencana Kebocoran Gas Bhopal di India

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Empat Dekade Penderitaan Pascabencana Kebocoran Gas Bhopal di India Doc: AFP/Gagan NAYAR
Ket. Penyintas bencana kebocoran gas beracun di Kota Bhopal, India, pada Desember 1984, Gas Devi, sedang mengerjakan tugas harian di luar gubuknya pada akhir November lalu. Setelah 40 tahun malapetaka itu terjadi, Devi masih merasakan kesakitan

Tepat setelah tengah malam, ketika gumpalan asap beracun mengepul melalui Kota Bhopal, India, empat dekade lalu, Gas Devi lahir, terengah-engah untuk setiap tarikan napasnya. Tangisannya yang lemah tenggelam oleh jeritan pria, perempuan, dan anak-anak, saat mereka berlari menyelamatkan diri dari awan gas sangat beracun yang bocor dari pabrik Union Carbide pada malam 2 Desember 1984.

Sekitar 3.500 orang tewas sesaat setelah malapetaka mengerikan tersebut dan secara keseluruhan diperkirakan sebanyak 25.000 orang tewas dalam bencana industri paling mematikan di dunia itu.

Empat puluh tahun kemudian, kejadian mengerikan itu terus menghantui kehidupan orang-orang seperti Devi, serta banyak orang lainnya yang lahir dengan cacat sejak malam yang menentukan itu. Devi yang kini menjadi buruh harian, merasakan nyeri terus-menerus di dadanya dengan salah satu paru-parunya tak berkembang sempurna dan dia kerap jatuh sakit.

"Hidup saya bagaikan neraka," kata Devi kepada AFP, berbicara di gubuknya di Bhopal, ibu kota Negara Bagian Madhya Pradesh.

Sekalipun dia mau, dia tidak dapat melupakan malam kelahirannya. "Orang tuaku menamaiku Gas," kata dia dengan mata berkaca-kaca. "Aku yakin nama ini adalah kutukan. Aku berharap aku mati malam itu," tutur dia.

Dua puluh tujuh ton metil isocyanate (MIC) yang digunakan dalam produksi pestisida, menyapu kota berpenduduk lebih dari dua juta orang setelah salah satu tangki yang menyimpan bahan kimia mematikan itu menghancurkan casing betonnya. Saat awan putih MIC menyelimuti area dekat pabrik, orang-orang mulai bergelimpangan di jalanan.

Nathuram Soni, kini berusia 81 tahun, adalah salah seorang penyintas dari malapetaka mengerikan tersebut. "Orang-orang berbusa di mulut mereka. Ada yang buang air besar, ada yang tersedak muntahannya sendiri," kata Soni.

Dengan sapu tangan diikatkan di hidungnya, Soni menggunakan gerobak dorongnya untuk melarikan tetangganya yang kesakitan dimana banyak dari mereka adalah bayi, ke rumah sakit.

Sementara itu Rashida Bee, salah satu pendiri lembaga amal Chingari Trust yang menawarkan perawatan gratis kepada anak-anak dari keluarga yang terkena dampak kebocoran gas, meyakini mereka yang meninggal adalah orang yang beruntung.

"Setidaknya penderitaan mereka berakhir. Yang malang justru mereka yang selamat," ucap dia.

Yayasan Rashida telah merawat lebih dari 150 anak yang menderita cerebral palsy, gangguan pendengaran, bicara, dan disabilitas lainnya tahun ini. Dia menyalahkan kecelakaan dan pencemaran air tanah atas gangguan kesehatan tersebut.

Pengujian air tanah di dekat lokasi tersebut di masa lalu mengungkapkan kandungan bahan kimia penyebab kanker dan cacat lahir 50 kali lebih tinggi daripada yang diterima sebagai aman oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS.

"Tragedi ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir," kata Rashida, 68 tahun, yang telah kehilangan beberapa anggota keluarganya akibat kanker sejak kecelakaan itu. "Tanah dan air di sini terkontaminasi. Itulah sebabnya masih banyak anak yang lahir dengan kelainan," ucap dia.

Mencari Keadilan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.