Empat Dekade Penderitaan Pascabencana Kebocoran Gas Bhopal di India
📅 Sabtu, 07 Des 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim PenulisUnion Carbide, yang diakuisisi oleh Dow Chemical Company yang berpusat di Michigan pada tahun 2001, secara rutin membuang limbah kimia selama bertahun-tahun sebelum terjadinya malapetaka tersebut, kata para pegiat.
Akibatnya kolam penguapan besar di luar pabrik dipenuhi ribuan liter limbah cair. Racun pun meresap ke dalam tanah dan air yang mengalir ke beberapa lingkungan.
Pada tahun 1989, Union Carbide, dalam penyelesaian sebagian tuntutan di luar pengadilan dengan pemerintah India, setuju untuk membayar kompensasi sebesar 470 juta dollar AS kepada para korban. Tetapi para korban sendiri tidak diajak berkonsultasi dalam negosiasi tersebut, dan masing-masing hanya menerima 500 dollar AS saja. Pemilik saat ini pun menolak membayar kompensasi lebih lanjut atas bencana yang terus terjadi hingga hari ini.
Permohonan ganti rugi sebesar 500.000 rupee (5.920 dollar AS) dari pemerintah India untuk setiap korban yang didiagnosis menderita kanker atau penyakit ginjal, ternyata masih tertunda di pengadilan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rachna Dhingra, seorang aktivis sosial dari Kelompok Bhopal untuk Informasi dan Aksi, mengatakan keadilan sejati masih luput dari para penyintas. "Sampai hari ini, tidak ada satu orang pun yang masuk penjara karena telah membunuh lebih dari 25.000 orang dan melukai setengah juta orang, serta mencemari tanah dan air tanah," kata dia.
"Masyarakat kota terus berjuang karena tidak ada mekanisme hukum untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan ini di seluruh dunia. Tragedi di Bhopal seakan-akan telah mengajarkan perusahaan cara lolos dari hukuman ketika mereka melakukan pembunuhan," ungkap dia. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!