Bencana Alam 2024 Sebabkan Kerugian Ekonomi $310 Miliar
📅 Jumat, 06 Des 2024, 02:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/Madaree TOHLALA
ZURICH - Dalam tahun yang ditetapkan sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat, bencana alam telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 310 miliar dollar AS secara global pada tahun 2024, karena perubahan iklim semakin memakan banyak korban, kata Swiss Re, Kamis (5/12).
“Kerugian ekonomi akibat bencana alam diperkirakan enam persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, yang saat ini merupakan tahun terpanas yang pernah ada,” kata raksasa reasuransi yang berpusat di Zurich itu dalam sebuah pernyataan.
Dari jumlah total, kerugian yang diasuransikan membengkak sebesar 17 persen tahun-ke-tahun menjadi 135 miliar dollar AS, dengan terjadinya badai Helene dan Milton yang dahsyat di Amerika Serikat serta banjir besar di Eropa meningkatkan biaya, kata perusahaan itu.
“Ini menandai tahun kelima berturut-turut kerugian yang diasuransikan mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS,” kata Swiss Re.
Swiss Re, yang bertindak sebagai perusahaan asuransi, menekankan dampak perubahan iklim, dengan tahun ini akan dinyatakan sebagai tahun terpanas sejak pencatatan dimulai. Seperti diketahui bahwa pemanasan global dapat membuat cuaca ekstrem lebih sering terjadi dan intens, tidak hanya melalui suhu tinggi tetapi juga efek lanjutan dari panas tambahan di atmosfer dan lautan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pernyataannya, Swiss Re secara khusus menyoroti meningkatnya biaya asuransi banjir pada tahun 2024, yang merupakan tahun ketiga termahal untuk bahaya tersebut di seluruh dunia dan tahun kedua termahal untuk banjir di Eropa. Swiss Re pun memperingatkan bahwa kerugian yang diasuransikan secara global pasti akan terus meningkat. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!