Undip dan Google Indonesia Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital di Perguruan Tinggi
📅 Kamis, 05 Des 2024, 23:42 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: Koran Jakarta/Henri Pelupessy
SEMARANG - Google Indonesia berkunjung ke Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Kerjasama ini diharapkan mendukung upaya Undip dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan mengatasi problem disinformasi di ruang publik digital.
Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto menyambut baik inisiatif ini.
“Saya bersama dengan Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik ingin merambah kerja sama selain media mainstream, juga merambah ke platform digital, salah satunya adalah Google. Kami ingin ada kerja sama dengan Google, karena kita ini banyak sekali irisannya. Saya percaya Google mempunyai misi untuk mencerdaskan kehidupan publik, sama seperti Undip,” katanya.
Di Undip ini potensinya sangat luar biasa, kita punya banyak peneliti, dan kita punya banyak disiplin ilmu.
“Kami optimistis kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan SDM unggul dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Field Sales Representative, Google Indonesia Sugiyanto Yoannatan, memperkenalkan Gemini dan Cloud Computing sebagai teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi terutama di bidang pendidikan.
“Google cloud dirancang khusus untuk mendukung institusi pendidikan tinggi melalui program pelatihan, sertifikasi, dan akses ke sumber daya digital lain yang dapat memfasilitasi penelitian dosen dan mahasiswa”, katanya.
Pada kesempatan ini, Google juga memperkenalkan Gemini, teknologi kecerdasan buatan (AI) multimodal terbaru dari Google yang dapat memproses teks, gambar, video, audio, dan kode.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gemini, yang dapat digunakan secara gratis maupun berbayar, terintegrasi dengan Gmail dan mampu menjalankan perintah pengguna baik secara tertulis maupun suara.
Dengan dukungan lebih dari 40 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Gemini menjadi teknologi inklusif untuk pengguna dari berbagai komunitas di dunia.
Customer Solution Consultant Google Indonesia, Fatimah Wulandini, yang juga hadir dalam kegiatan ini mengatakan, Gemini berbeda dengan aplikasi sejenis karena tidak melayani instruksi yang berkaitan dengan tindakan yang mengarah pada kejahatan, seperti bunuh diri, merakit bom, atau isu-isu sensitif.
Dalam hal ini, google mencoba tetap menjaga sisi manusia dari teknologi yang ia ciptakan.
Dalam kesempatan ini Wijayanto juga sempat melihat demonstrasi bagaimana AI milik google digunakan untuk mendukung riset tentang digital demokrasi yang menjadi area expertise Wijayanto.
Ia mengatakan, Undip berencana mendirikan satu pusat studi yang disebut Unit Center for Big Data and Artificial Intelligence.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!