Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara Berkembang Harus Belajar ke Tiongkok Cara Atasi Kemiskinan Ekstrem

📅 Kamis, 05 Des 2024, 02:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Negara Berkembang Harus Belajar ke Tiongkok Cara Atasi Kemiskinan Ekstrem Doc: antara
Ket. Negara Berkembang Perlu Belajar dari Tiongkok Cara Atasi Kemiskinan

HARARE– Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Buruh Internasional (Internasional Labour Organizations/ILO), Gilbert Houngbo, pada Senin (2/12), di Harare, Zimbabwe, mengatakan negara-negara berkembang perlu belajar memberantas kemiskinan ekstrem dari pengalaman berharga berbagai negara seperti Tiongkok.

Berbicara kepada Xinhua seperti dikutip dari Antara, disela-sela wawancara pertemuan mengenai Koalisi Global untuk Keadilan Sosial di Zimbabwe, mantan Perdana Menteri Togo itu mengatakan Tiongkok menawarkan contoh praktis kebijakan dan strategi pemberantasan kemiskinannya yang dapat dipelajari negara-negara berkembang seperti Zimbabwe.

Tiongkok telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap keadilan sosial global melalui kebijakannya yang berpusat pada rakyat, yang selama bertahun-tahun berhasil mengentaskan jutaan penduduk Tiongkok, keluar dari kemiskinan ekstrem.Oleh sebab itu, negara-negara berkembang perlu meneladani komitmen mendalam Tiongkok terhadap pemberantasan kemiskinan.

“Bagi negara seperti Zimbabwe atau negara berkembang lainnya, mereka perlu melihat elemen-elemen yang dapat dipelajari dari Tiongkok, kemudian mendiskusikan dan merundingkannya. Pada akhirnya, kita harus menjadi diri sendiri, namun juga belajar dari keahlian negara-negara seperti Tiongkok dan India yang telah keluar dari belitan kemiskinan belum lama ini. Mereka memiliki pengalaman yang masih segar,” kata Houngbo.

Houngbo memuji kontribusi penting yang diberikan Tiongkok bagi upaya pengurangan kemiskinan global. Dia juga mengatakan bahwa Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDG) untuk mengurangi kemiskinan global ekstrem hingga separuhnya telah dicapai sebelum tenggat waktu 2015 berkat kontribusi Tiongkok dan India.

Houngbo menambahkan bahwa Tiongkok telah membuktikan komitmen teguhnya untuk memberantas ketidaksetaraan dengan bergabung dalam Koalisi Global untuk Keadilan Sosial.

1733335944_e152e60cc1c4489a7d1d.jpg

Mobilitas Sosial

Pemerhati masalah kemiskinan dari Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan kunci untuk dapat mempercepat pertumbuhan salah satunya dengan mengatasi kemiskinan, karena rumah tangga nantinya akan jadi motor penggerak pertumbuhan dengan daya beli dan konsumsinya.

Pemerintah, katanya, perlu mencermati strategi Tiongkok dalam mengatasi kemiskinan, tidak cukup hanya menggunakan basis bantuan sosial, karena yang lebih dibutuhkan adalah akses mobilitas sosial melalui perbaikan kualitas akses untuk anak dari keluarga miskin melalui pendidikan dan kesehatan yang terintegrasi.

“Indonesia bisa belajar dari apa yang dikerjakan Tiongkok dan Vietnam sehingga melahirkan industri padat karya yang kompetitif secara global,” pungkas Hafidz.

Apalagi, untuk keluar dari middle trap income Indonesia butuh pertumbuhan setidaknya 7–8 persen untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Barantin: Tanaman Hias Indonesia Kian Diminati

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Barantin: Tanaman Hias Indo...

Kudus Sukses Selenggarakan Pameran Produk UMKM

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kudus Sukses Selenggarakan ...
Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Ra...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.