Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berupa Pecahan-pecahan yang Sulit Dilacak.

📅 Rabu, 04 Des 2024, 06:15 WIB | Oleh:
Berupa Pecahan-pecahan yang  Sulit Dilacak. Doc: ScienceDirect

Argoland adalah sebuah nama sementara untuk sebuah paleobenua yang terpecah dari Australia barat laut sekitar 155 juta tahun lalu pada periode Jura Akhir. Bukti dari hal ini berasal dari keberadaan Dataran Abisal Argo yang terletak di arah barat laut Australia.

1733238357_f7d3e61c67845fbb22c5.jpg

Foto:Elderly Advokaat - Faculty of Geosciences Utrecht University

Sebuah artikel Oktober 2023 oleh geolog Douwe van Hinsbergen dan rekannya Douwe van Hinsbergen dari Universitas Utrecht, mencoba untuk merekonstruksi Argoland yang disebut benua yang hilang. Keduanya menyarankan bahwa benua ini adalah sebuah kepulauan, bukan benua padat dan fragmen-fragmen pecahan Gondwana-nya.

Pecahan-pecahan itu dapat ditemukan di barat daya Kalimantan, Kepulauan Balabalakang, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Pulau Timor, Blok Burma Barat dan Blok Daratan Gunung Victoria hingga wilayah Myanmar.

Bagaimana Argoland ditemukan? Tim berisi ilmuwan menguji coba beberapa model komputer berbeda selama tujuh tahun agar dapat menemukan letak Argoland.

“Kami benar-benar berhadapan dengan pulau-pulau penuh informasi, sehingga investigasi ini memakan waktu sangat lama,” kata kedua geolog di dalam keterangan pers dikutip dari BBC.

“Argoland terpecah lagi menjadi beberapa serpihan. Itu menghambat proses kami dalam melacak perjalanan benua itu,” ungkap mereka.

Ketika mereka menyadari Argoland bukanlah sebuah benua besar yang utuh, namun telah berubah menjadi sejumlah pulau-pulau kecil yang terpisah oleh lautan, Advokaat dan van Hinsbergen, menentukan misi baru yaitu mengidentifikasi masing-masing sektor. Mereka juga mengajukan nama baru yang lebih menggambarkan kondisi geologis benua itu, yakni Argopelago (Kepulauan Argo).

Upaya untuk menyusun kembali Argoland benua hilang yang itu juga dapat membantu dalam mengungkapkan misteri lain yang telah menarik perhatian ilmuwan, dalam hal ini para ahli biologi. Misteri tersebut menyangkut garis Wallace, sebuah garis pemisah tak kasat mata yang digunakan untuk memisah jenis-jenis fauna dari Asia tenggara dan Australia.

Garis itu melintasi selatan Indonesia, yang memiliki lebih dari 10 ribu pulau. Ahli-ahli biologi menyadari bahwa satwa yang ada di kedua sisi garis itu memiliki ciri-ciri sangat berbeda satu sama lain dan tidak bisa dicampur.

Di sebelah barat garis Wallace adalah mamalia berplasenta seperti kera, harimau, dan gajah, yang hampir sama sekali tidak dapat ditemukan di sebelah timur. Sedangkan di bagian timur terdapat hewan berkantung dan burung kakatua, binatang-binatang yang umum ditemukan di Australia.

“Meskipun Sundaland (Semenanjung Melayu yang mencakup Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan) merupakan tempat tinggal bagi hewan Eurasia, Sulawesi justru menjadi tempat singgah bagi hewan Australasia, campuran Eurasia dan Australia,” jelas Advokaat

“Pencampuran ini terjadi karena Sulawesi bagian barat ‘Eurasia’ bersentuhan dengan Sulawesi bagian tenggara ‘Australia’ antara 28 hingga 3,5 juta tahun yang lalu, seperti yang kami tunjukkan dalam rekonstruksi,” tambah dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.