Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

116 Imigran Rohingya Terdampar di Aceh Timur, Sebagian Besar Perempuan dan Anak-anak

📅 Minggu, 01 Des 2024, 09:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
116 Imigran Rohingya Terdampar di Aceh Timur, Sebagian Besar Perempuan dan Anak-anak Doc: ANTARA/Dok Warga
Ket. Imigran etnis Rohingya terdampar di pantai Kuala Ujung Perling, Desa Paya Peulawi, Kecamatan Bireum Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Sabtu (30/11/2024).

BANDA ACEH - Sebanyak 116 orang imigran etnis Rohingya terdampar di Kuala Ujung Perling, Desa Paya Peulawi, Kecamatan Bireuem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, setelah kapal motor yang mereka mereka tumpangi karam.

Kepala Bidang Politik, Pemerintahan dan Keamanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Timur Syamsul Bahri di Aceh Timur, Sabtu, mengatakan seratusan imigran etnis Rohingya itu terdampar pada Sabtu (30/11) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Syamsul mengatakan 116 orang imigran Rohingya tersebut terdiri atas 32 orang laki-laki, 46 orang perempuan, 15 anak laki-laki, dan 23 anak perempuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kuala Ujung Perling berjarak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan kapal nelayan dari Desa Paya Peulawi. Saat ini, para imigran etnis Rohingya tersebut dalam pendataan petugas.

"Berdasarkan informasi, mereka diselamatkan nelayan karena kapal yang mereka tumpangi diduga mengalami kerusakan dan hampir tenggelam," kata Syamsul.

Selain di Kuala Ujung Perling, Syamsul mengatakan saat ini ada sebanyak 47 orang imigran etnis Rohingya yang masih ditampung di Lapangan Bola Kaki Desa Seunebok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

Puluhan imigran etnis Rohingya tersebut adalah bagian tersisa dari 230 orang yang mendarat di Kabupaten Aceh Timur pada awal Februari dan akhir Oktober 2024.

"Sampai saat ini yang tersisa ada 47 orang dari 230 orang imigran etnis Rohingya yang mendarat di Aceh Timur. Sebanyak 173 imigran melarikan diri dari penampungan dan 10 orang lainnya dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan ke penampungan di Kabupaten Pidie," katanya.

Selama ini, kata Syamsul, imigran etnis Rohingya itu dijaga petugas dari Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR). Begitu juga konsumsi Rohingya tersebut difasilitasi IOM, lembaga migran internasional.

"Kami berharap imigran etnis imigran Rohingya itu dapat dipindahkan ke tempat yang lebih representatif karena penampungan sementara sekarang berada di lapangan terbuka," kata Syamsul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.