Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kanada Gugat Google atas Dugaan Monopoli Iklan Online

📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 14:30 WIB | Oleh:
Kanada Gugat Google atas Dugaan Monopoli Iklan Online Doc: AP/Virginia Mayo
Ket. Logo Google terlihat di kantor pusat Google di Brussels, 23 Maret 2010.

TORONTO - Pengawas antimonopoli Kanada mengatakan pada hari Kamis (28/11), pihaknya menggugat Google atas dugaan perilaku antipersaingan dalam bisnis periklanan daring raksasa teknologi itu dan ingin perusahaan tersebut menjual dua layanan teknologi iklannya serta membayar denda.

Mengutip Associated Press, Biro Persaingan Usaha Kanada mengatakan tindakan tersebut diperlukan karena penyelidikan terhadap Google menemukan bahwa perusahaan tersebut "secara tidak sah" menggabungkan perangkat teknologi iklannya untuk mempertahankan posisi pasar dominannya.

Masalah ini sekarang dibawa ke Pengadilan Persaingan Usaha, suatu badan kuasi-yudisial yang menangani kasus-kasus yang diajukan oleh komisioner persaingan usaha tentang ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang Persaingan Usaha.

Biro tersebut meminta pengadilan memerintahkan Google menjual server iklan penerbitnya, DoubleClick for Publishers, dan bursa iklannya, AdX. Diperkirakan, Google menguasai pangsa pasar sebesar 90% di server iklan penerbit, 70% di jaringan pengiklan, 60% di platform sisi permintaan, dan 50% di bursa iklan.

Dominasi ini, kata biro itu, telah menghambat persaingan dari para pesaing, menghambat inovasi, meningkatkan biaya iklan, dan mengurangi pendapatan penerbit.

"Google telah menyalahgunakan posisi dominannya dalam periklanan daring di Kanada dengan terlibat dalam tindakan yang membatasi pelaku pasar untuk menggunakan alat teknologi iklannya sendiri, mengecualikan pesaing, dan mendistorsi proses persaingan," kata Matthew Boswell, Komisioner Persaingan, dalam sebuah pernyataan.

Namun, Google menegaskan pasar periklanan daring merupakan sektor yang sangat kompetitif.

Dan Taylor, wakil presiden iklan global Google, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keluhan biro tersebut “mengabaikan persaingan yang ketat di mana pembeli dan penjual iklan memiliki banyak pilihan.”

Pernyataan itu menambahkan, Google bermaksud membela diri terhadap tuduhan tersebut.

Regulator AS ingin hakim federal membubarkan Google untuk mencegah perusahaan tersebut terus menghancurkan persaingan melalui mesin pencari dominannya setelah pengadilan memutuskan bahwa perusahaan tersebut telah mempertahankan monopoli yang merugikan selama dekade terakhir.

Pemecahan yang diusulkan, diajukan dalam dokumen setebal 23 halaman yang diajukan bulan ini oleh Departemen Kehakiman AS, menyerukan hukuman luas yang mencakup penjualan peramban web terkemuka di industri, Chrome, dari Google, dan mengenakan pembatasan untuk mencegah Android mengunggulkan mesin pencarinya sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.