Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merenpons Ancaman Trump, Beijing Minta AS Tidak Ragukan Niatnya untuk Berantas Peredaran Fentanil

📅 Rabu, 27 Nov 2024, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merenpons Ancaman Trump, Beijing Minta AS Tidak Ragukan Niatnya untuk Berantas Peredaran Fentanil Doc: ANTARA/Fanny Octavianus
Ket. Ilustrasi- Barang bukti kasus obat palsu.

Beijing - Pemerintah Tiongkok meminta Amerika Serikat (AS) tidak meragukan niatnya dalam pemberantasan peredaran fentanil setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut akan mengenakan tarif tambahan 10 persen atas produk Tiongkok terkait dengan perdagangan ilegal narkoba.

"Kami berharap AS tidak akan menganggap remeh niat baik Tiongkok dan akan berupaya memastikan bahwa dinamika positif yang telah susah payah dicapai akan tetap ada dalam kerja sama antinarkoba," demikian disampaikan dalam laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Selasa (26/11) yang dikutip ANTARA di Beijing.

Hal tersebut terkait dengan pernyataan Presiden terpilih AS Donald Trump di media sosial yang mengatakan bahwa ia "sudah banyak bicara dengan Tiongkok tentang sejumlah besar obat-obatan terlarang, khususnya fentanil, yang dikirim ke AS—tetapi tidak ada hasilnya... dan obat-obatan terlarang mengalir ke negara kita,".

AS pun disebut akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen kepada Tiongkok untuk semua impor Tiongkok pada hari pertama Trump menjabat yaitu 20 Januari 2025.

Selain Tiongkok, Trump mengatakan juga akan menetapkan tarif tinggi atas produk impor asal Kanada dan Meksiko yaitu sebesar 25 persen sebagai bentuk "hukuman" terhadap perdagangan ilegal narkoba, khususnya fentanil dan imigran gelap.

"Tiongkok adalah salah satu negara paling keras di dunia dalam pemberantasan narkoba baik dalam hal kebijakan maupun implementasinya. Fentanil adalah masalah bagi AS," demikian ditulis dalam pernyataan tersebut.

Atas dasar kemanusiaan, Tiongkok disebut telah memberikan dukungan kepada tanggapan AS terhadap masalah tersebut.

"Sejak awal 2019, Tiongkok secara resmi menjadwalkan semua zat terkait fentanyl dan menjadi negara pertama di dunia yang melakukannya. Tiongkok telah melakukan kerja sama pemberantasan narkotika yang ekstensif dan mendalam dengan AS, yang sangat produktif, ini adalah fakta yang jelas untuk dilihat semua orang," ungkapnya.

Tiongkok pun tetap siap untuk melanjutkan kerja sama pemberantasan narkotika dengan AS atas dasar kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati.

Dalam pernyataannya, Trump menuding Beijing tidak mengambil tindakan cukup tegas untuk menghentikan aliran narkoba ke AS dari Meksiko.

Jika Tiongkok tak bisa menghentikan narkoba, tarif tambahan sebesar 10 persen akan diberikan pada semua produk yang masuk ke AS, lanjut Trump.

Tiongkok sebelumnya sudah berjanji akan membendung ekspor barang-barang yang terkait dengan produksi opioid fentanil, penyebab utama overdosis obat di AS.

Fentanil awalnya diresepkan dokter untuk meredakan rasa sakit. Namun kemudian, fetanil menyebabkan epidemi kecanduan di AS dengan kasus overdosis yang menyebabkan sekitar 100.000 kematian setiap tahunnya.

Selama beberapa tahun terakhir, AS menyebut Tiongkok sumber utama bahan kimia prekursor (bahan dasar) yang kemudian disintesis menjadi fentanil oleh kartel narkoba di Meksiko. Tiongkok berulang kali menyangkal tuduhan AS ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Nasional
Korps Marinir Uji Roket MLR...

PBB: Tingkat Pengangguran Kaum Muda Dunia Meningkat

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: Tingkat Pengangguran K...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.