Bayern dan PSG Kesulitan dengan Format Baru Liga Champions
📅 Selasa, 26 Nov 2024, 07:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Tobias SCHWARZ / AFP
BERLIN - Bayern Munich menjamu Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (27/8) dini hari WIB dalam laga bergengsi dua tim yang tengah berjaya di liga domestik. Sayang, mereka menghadapi tantangan berat di Liga Champions dengan format baru. Setelah empat pertandingan, Bayern menelan dua kekalahan.
Ini termasuk kekalahan 4-1 dari Barcelona yang kini ditukangi mantan pelatih mereka, Hansi Flick. Bayern berada di peringkat ke-17, posisi yang membuat tidak diunggulkan di babak play-off fase gugur. Kondisi PSG lebih memprihatinkan. Juara liga Prancis itu terdampar di peringkat ke-25, satu tempat di bawah zona aman menuju babak gugur.
Bagi dua tim yang bertemu di final Liga Champions empat tahun lalu, dan sama-sama memimpin klasemen liga domestik dengan keunggulan enam poin, posisi ini jelas menjadi sumber kekhawatiran. Performa Bayern di Liga Champions musim ini kontras dengan dominasi di format grup lama.
Juara Eropa enam kali itu mencatat rekor tak terkalahkan dalam 40 pertandingan (36 menang, 4 imbang). Kekalahan terakhir Bayern di fase grup terjadi di 2017, saat takluk 3-0 dari PSG, lawan mereka kali ini. Musim ini, meski sempat dipermalukan Barcelona, yang memicu keraguan terhadap kemampuan pelatih baru Vincent Kompany melawan tim besar, Bayern tampil meyakinkan di pertandingan lain.
Bayern tak terkalahkan di Bundesliga. Dia hanya kalah sekali di Liga Champions dari Aston Villa. Itu terjadi dalam laga ulangan final Piala Eropa 1982 yang berakhir 1-0. Sama seperti PSG, kegagalan lolos dari fase ini di Liga Champions adalah skenario yang sulit dibayangkan. Ini akan berdampak besar bagi Kompany.
Sebaiknya Anda baca juga:
Padatnya jadwal kompetisi menjadi alasan utama tim-tim untuk menghindari babak play-off tambahan. Ini wajib dijalani oleh peringkat sembilan hingga 24. Thomas Mueller meyakini, PSG yang masih harus menghadapi Manchester City, akan berjuang keras untuk bangkit setelah awal yang kurang memuaskan.
“Posisi PSG di klasemen tidak mencerminkan kualitasnya. Dia tim hebat dengan pemain-pemain individu luar biasa. Taruhannya besar. Saya senang bermain di kandang,” ujar pemain veteran Bayern itu.
Sering Bertemu
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekalahan PSG dari Bayern di final Champions 2020, lewat gol kemenangan Kingsley Coman, produk akademi PSG, tetap menjadi momen terdekat klub Paris itu mendekati gelar juara. Secara kolektif, Bayern dan PSG telah mendominasi liga domestik. Mereka memenangkan 21 dari 24 gelar liga terakhir. Di Eropa, kedua tim sering bertemu. Ini menjadikan laga keempat dalam enam musim.
Bayern telah menang empat dari lima pertemuan. Tetapi PSG sempat menyingkirkannya di perempat final Liga Champions 2020-2021. “Di Liga Champions, rasanya kami seperti pasangan menikah,” ujar CEO Bayern, Jan-Christian Dreesen, saat undian grup diumumkan awal tahun ini.
Penyerang cepat PSG diharapkan mampu menyulitkan pertahanan Bayern, yang kehilangan dua gelandang bertahan: Aleksandar Pavlovic dan Joao Palhinha. Meski Leon Goretzka, yang sedang dalam performa inkonsisten, tampil solid dalam kemenangan 3-0 atas Augsburg Jumat lalu, ancaman dari PSG diperkirakan akan jauh lebih berat.
Bek Bayern, Dayot Upamecano, yang mengenal baik permainan rekan setimnya di timnas Prancis, Ousmane Dembele dan Bradley Barcola, memahami betul tantangan tersebut. ben/AFP/G-1
Perkiraan Pemain
Bayern Munich 4-2-3-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!