Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Harus Antisipasi Kebijakan Trump melalui Kenaikan Suku Bunga Acuan

📅 Senin, 25 Nov 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI Harus Antisipasi Kebijakan Trump melalui Kenaikan Suku Bunga Acuan Doc: afp
Ket. Presiden terpilih AS, Donald Trump.

JAKARTA– Kebijakan ekonomi Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang fokus pada perdagangan dalam negeri dinilai akan berdampak signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter harus mengantisipasi kebijakan ekonomi Trump itu dengan menaikkan suku bunga acuan.

Kebijakan proteksionis seperti penerapan tarif tinggi pada impor dan pemotongan pajak besar-besaran yang dirancang Trump berpotensi memperkuat nilai tukar dollar AS.

“Penguatan dollar ini bisa memberikan tekanan pada rupiah, terutama dalam bentuk pelemahan nilai tukar yang memicu arus modal keluar dari pasar domestik,” ungkap Aditya kepada Koran Jakarta, Minggu (24/11).

Dalam situasi seperti itu, langkah menaikkan suku bunga akan membantu menjaga stabilitas rupiah dengan harapan akan menarik kembali aliran modal asing. Tidak hanya itu, kebijakan fiskal ekspansif di bawah Trump, termasuk rencana peningkatan belanja infrastruktur, berpotensi meningkatkan inflasi di AS.

Hal itu dapat menyebabkan Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi di negaranya.

“Jika the Fed menaikkan suku bunga, selisih suku bunga antara Indonesia dan AS akan semakin kecil. Hal ini dapat melemahkan daya tarik aset domestik kita,” tambah Aditya.

Dia juga melihat potensi kenaikan harga barang impor akibat kebijakan Trump yang proteksionis. Kenaikan itu dapat memicu inflasi di dalam negeri.

“Bank Indonesia perlu bersikap proaktif untuk mengendalikan inflasi dalam negeri sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aditya menjelaskan kalau kebijakan suku bunga tidak hanya berkaitan dengan stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga erat kaitannya dengan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

“Ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan Trump dapat meningkatkan volatilitas di pasar keuangan. Dengan menaikkan suku bunga diharapkan dapat membantu menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia,” katanya.

Dengan mempertimbangkan berbagai risiko tersebut, Aditya mendesak BI untuk terus memantau perkembangan global dan tidak ragu mengambil langkah preventif.

“Kenaikan suku bunga meskipun sering kali tidak populer adalah kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global,” pungkas Aditya.

Kurang Responsif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

57 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.